Inspirasi

Kaum Rebahan Ayo 'Survive' Skripsi di Masa Pandemi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 07 Desember 2020
Kaum Rebahan Ayo 'Survive' Skripsi di Masa Pandemi

Kamu bisa 'survive' sripsi di masa pandemi. (Foto: Unsplash/Tim Gouw)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JADI mahasiswa tingkat akhir harus bergelut dengan skripsi atau tugas akhir. Bagi kamu yang merasa kaum rebahan, pasti bakal ngerasa berat banget nih buat ngerjain skripsi.

Belum lagi dosen pembimbing yang bisa hilang kaya pesulap. Ditambah Pandemi COVID-19, sang dosen makin sulit dicari bak tenggelam ditelan bumi.

Baca juga:

Ubah Strategi di 2021, Trik Survive ala Warner Bros

Namun, kamu harus tetap survive walau situasi bikin skripsi sekarang ini amat sulit. Caranya gampang. Cukup konsisten dengan melakukan cara-cara ini, misalnya:

1. Tinggalkan main-main

Tinggalkan bermain agar skripsimu cepat selesai. (Foto: Unsplash/Jose Gil)

Kadang kamu mungkin bertanya-tanya ‘kenapa sih skripsi gue ga kelar kelar?’ coba kamu ingat-ingat lagi selama kamu ngerjain skripsi mungkin kamu ter-distract sama game, atau chatingan sama teman. Belum lagi kamu sibuk dengan kepoin feed instagram orang lain. Padahal boleh jadi skripsi dia sudah kelar.

Kamu harus berani berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi kamu dulu. Bahkan kalau kamu benar-benar serius, uninstall dulu game yang sering kamu mainkan sampai skripsi kamu selesai. Kamu juga harus berani bilang ke teman-teman kamu mau fokus menyelesaikan skripsi dulu. Jadi mungkin kamu bakal telat jawab chat mereka.

2. Tinggalkan rebahan

Tinggalkan rebahan walaupun susah banget. (Foto: Unsplash/Gregory Pappas)

Ini dia masalah terbesar kebanyakan orang saat ini. Karena pandemi kamu harus di rumah saja, otomatis nugas jadi di rumah. Memang rasanya kasur seperti ada magnetnya yang menggoda kita untuk nempel terus.

Bagi kamu yang sering banget tergoda sama kasur, coba untuk sadar bahwa kamu punya hal yang lebih penting untuk dilakukan. Dan coba untuk jangan ngerjain skripsi kamu di atas kasur, ujung-ujungnya pasti rebahan lagi.

3. Bikin notes yang memotivasi

Bikin notes yang bisa memotivasi kamu. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Nah, yang satu ini bakal membantu kamu banget nih sob. Coba bikin kata-kata atau notes yang bisa memotivasi kamu. Kamu bisa tempel notes tadi di meja kerja, ganti juga wallpaper laptop kamu dengan kata-kata yang bisa menyemangati. Jangan lupa untuk bikin notes tersebut yang besar dan taruh di tempat yang kelihatan banget saat kamu bangun tidur. Jadi notes tersebut bisa jadi reminder kamu.

Baca juga:

Wida Winarno: 'Berkawan' dengan COVID-19 untuk Survive di Pandemi


4. Siapkan camilan

Sediakan makanan ringan sebelum mulai mengerjkakan skripsimu (Foto: Unsplash/The Creative Exchange)

Sebelum kamu ngerjain skripsi siapkan makanan ringan di dekat kamu. Karena kadang kamu yang sedang asyik ngerjain skripsi, suka lupa untuk makan. Jadinya kamu malah tidak fokus mengerjakan atau bahkan, kamu bisa masuk angin.

Siapkan juga air mineral ya. Tubuh kamu pasti bakal butuh banyak air. Biar tetap terjaga, jangan lupa secangkir kopi akan membuat mata kamu segar.

5. Rapikan meja kerja

Rapikan dan bersihkan meja kerja kamu. (Foto: Unsplash/Anton)

Sebelum kamu memulai mengerjakan skripsi, cobalah untuk merapikan meja kerjamu terlebih dulu. Meja kerja yang berantakan akan membuat kamu bad mood. Cobalah untuk bekerja di lingkungan yang rapi agar mood kamu happy terus.

Jika memungkinkan, berikan sedikit dekorasi baru di meja kerjamu. Dengan begitu, kamu mendapatkan suasana yang baru dan dapat membuat pikiran lebih segar.

6. Hubungi dosen sesering mungkin

Hubungi dosen pembimbingmu sesering mungkin. (Foto: Unsplash/Disruptivo)

Coba untuk sesering mungkin untuk menghubungi dosen pembimbing skripsimu. Walaupun dosen pembimbing terkadang suka tiba-tiba menghilang, cobalah untuk tetap menghubunginya setiap hari.

Jangan lupa ya, tetap gunakan bahasa yang baik dan sopan saat menghubunginya. Dan, ingat ya, cukup hubungi dia di hari kerja. Dosen juga manusia, butuh quality time selain sibuk nuntun kamu biar lulus. (kna)

Baca juga:

Kiat Survive Menghadapi Cyberbullying

#Desember Survive #Kampus
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
DPR menilai kasus dugaan kekerasan seksual di UPN Veteran Yogyakarta sudah masuk kategori darurat dan tak boleh ditutup-tutupi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
Indonesia
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menilai rencana penutupan prodi yang dianggap tidak relevan berisiko mengancam kebebasan akademik dan keragaman ilmu pengetahuan.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Indonesia
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Perbuatan tersebut telah mencoreng muruah dunia pendidikan serta profesi kedokteran.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Indonesia
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Prodi yang dianggap kurang relevan sebaiknya direvitalisasi melalui penguatan kurikulum, pendekatan interdisipliner, serta keterkaitan dengan potensi daerah dan kekayaan budaya lokal.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Indonesia
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Penerapan efisiensi yang berlebihan dalam dunia pendidikan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Indonesia
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi menutup prodi tak relevan dan mengembangkan prodi baru sesuai 8 industri strategis.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Indonesia
Komisi X DPR: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Diminta Belajar dari Korea Selatan
DPR soroti maraknya kekerasan seksual di kampus. Rektor diminta tegas, termasuk awasi ruang digital mahasiswa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Komisi X DPR: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Diminta Belajar dari Korea Selatan
Indonesia
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan riset perumahan. Hal itu demi mempercepat program 3 juta rumah.
Soffi Amira - Selasa, 07 April 2026
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Dunia
Presiden Trump Gugat Kampus Harvard Atas Tuduhan Antisemit, Tuntut Ganti Rugi Rp 16,9 T
Presiden Donald Trump resmi menggugat Universitas Harvard ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Massachusetts.
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Presiden Trump Gugat Kampus Harvard Atas Tuduhan Antisemit, Tuntut Ganti Rugi Rp 16,9 T
Indonesia
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Kerja sama pendidikan dengan kampus terkemuka di Inggris ini, kata Teddy, diharapkan dapat meningkatkan peringkat universitas Indonesia di dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Bagikan