Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat

Ilustrasi pelecehan seksual.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi X DPR RI Habib Syarief mengecam keras tindakan asusila seorang oknum dokter terhadap puluhan mahasiswi di Klinik Pratama Universitas Riau (UNRI). Habib menegaskan perbuatan tersebut telah mencoreng muruah dunia pendidikan serta profesi kedokteran, dan merupakan bentuk kejahatan serius terhadap perempuan yang tidak dapat ditoleransi.


“Tindakan pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang dilakukan oknum dokter kampus tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun. Kami meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku. Jika tidak ditindak tegas, akan muncul kesan pelaku kekerasan seksual dapat lolos dari jerat hukum, dan ini sangat berbahaya,” ungkap Habib Syarief di Jakarta, Kamis (30/4).


Habib mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya guna memberikan keadilan bagi korban sekaligus efek jera yang nyata. Ia memperingatkan pembiaran atau penindakan hukum yang lemah akan merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan layanan kesehatan di lingkungan kampus.


"Kasus ini sekali lagi menjadi bukti betapa lingkungan pendidikan bisa menjadi ruang tak aman bagi korban kekerasan seksual, padahal kampus harusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik,” katanya.

Baca juga:

Komisi III DPR Desak Polri Tangkap Ahmad Al-Misry, Terkait Kasus Pelecehan Seksual



Terkait dengan kondisi para korban, Habib menekankan pentingnya pendampingan menyeluruh yang mencakup aspek psikologis, hukum, hingga sosial. Ia mengingatkan trauma akibat pelecehan seksual dapat berdampak jangka panjang, mulai dari gangguan kecemasan hingga terganggunya proses studi mahasiswa. “Korban harus dipastikan mendapatkan pendampingan yang layak dan berkelanjutan. Negara dan pihak kampus wajib hadir memberikan perlindungan, bukan justru membiarkan korban menghadapi dampak psikologis sendirian,” tegasnya.


Legislator asal Jawa Barat ini mendesak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk berbenah dan memberikan jaminan ruang aman yang nyata bagi perempuan.


"Kasus ini harus menjadi titik balik bagi institusi pendidikan untuk memperketat pengawasan dan memastikan tidak ada lagi celah bagi predator seksual di lingkungan akademik," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

IPB Mulai Lakukan Proses Penanganan Kasus Pelecehan Seksual

#Pelecehan Seksual #Pendidikan #Kampus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Kementerian Sosial menginginkan semua anak disasbilitas apa pun jenisnya dari disabilitas yang terlihat dan tidak terlhat dapat menikmati layanan pendidikan dari negara.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Skandal Kekerasan Seksual Pesantren Bekasi Terbongkar! Sedikitnya 10 Anak Jadi Korban Sejak 2023
Kasus dugaan kekerasan seksual meledak di pesantren Bekasi. Lebih dari 10 anak menjadi korban berulang sejak 2023.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Skandal Kekerasan Seksual Pesantren Bekasi Terbongkar! Sedikitnya 10 Anak Jadi Korban Sejak 2023
Indonesia
Tim Terpadu Dikerahkan Periksa Kasus Pelecahan Seksial di SMKN 27 Jakarta
Dinas akan melakukan pendampingan terhadap para siswa yang menjadi korban.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Tim Terpadu Dikerahkan Periksa Kasus Pelecahan Seksial di SMKN 27 Jakarta
Indonesia
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Pendampingan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikis para siswa.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Indonesia
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Masih bingung apa itu pendidikan kesetaraan dan Kejar Paket C? Temukan info lengkap soal syarat masuk, metode belajar, hingga cara resmi mendapat ijazah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Bagikan