MerahPutih.com - Kasus harian COVID-19 secara nasional sudah kembali tembus di angka 1.000. Rabu (19/1). tercatat 1.745 sehingga total kasus konfirmasi per hari ini sebanyak 4.275.528.
Kemenkes juga mencatat jumlah tes yang dilakukan hari ini berjumlah 152.016 orang dan positivity rate harian mencapai 1,15 persen. Selain kasus positif, Kemenkes juga mencatat ada 5.814 orang yang berstatus suspek. Jumlah ini naik jika dibandingkan dengan Selasa (18/1), yakni 5.132 suspek.
Baca Juga:
Jakarta Jadi Klaster Omicron, Menkes Minta Warga Waspada dan Jangan Panik
Sementara itu, pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 504 orang, sehingga jumlahnya menjadi 4.120.540 orang.
Angka ini menunjukkan penurunan karena Selasa (18/1), angka kesembuhan bertambah 564 pasien. Kasus meninggal hari ini sebanyak sembilan orang, sehingga total kasus pasien meninggal dunia sebanyak 144.192 orang.
Lalu, Rabu (19/1), kasus aktif COVOD-19 bertambah 1.232 kasus yang menyebabkan kasus aktif menembus angka 10 ribu. Dengan penambahan tersebut, maka total kasus aktif COVID-19 di Indonesia menjadi 10.796.
Tren kenaikan COVID-19 di Indonesia yang disebabkan varian omicron membuat Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar lebih waspada. Namun tidak perlu ditanggapi dengan panik.
Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, mengatakan, varian Omicron sudah masuk dengan cukup cepat, namun tingkat masyarakat yang masuk rumah sakit dan meninggal angkanya sangat rendah.
"Saat ini varian Omicron sudah masuk di Indonesia dan peningkatan kasusnya cepat, namun yang masuk rumah sakit dan angka yang meninggal itu rendah. Salah satu sebabnya karena sudah banyak masyarakat kita yang sudah divaksin, masyarakat menyikapi ini jangan panik," tuturnya.
Namun, kata Budi, yang perlu diperhatikan adalah penularan pada orang tua, sehingga masyarakat diminta untuk bisa menjaga keluarganya, khususnya orang tua agar tidak mudah terkonfirmasi COVID-19.
"Sehingga, masyarakat diminta untuk terus menerapkan Prokes dan jika terkonfirmasi agar segera melakukan isolasi," katanya.
Menurutnya, masyarakat jangan takut untuk rutin dites, kalau positif tidak apa-apa biar bisa cepat ditangani.
"Terlebih, Pemda juga sudah menyiapkan tempat isolasi, namun jika memungkinkan isolasi di rumah, silahkan isolasi mandiri," katanya. (Knu)
Baca Juga:
Kasus Omicron di DKI Merangkak Naik, Ganjil Genap Diminta Ditiadakan