MerahPutih.com - Kegiatan diskusi yang berjudul "Pelurusan Sejarah 65" bukanlah upaya membahas kebangkitan PKI atau paham komunisme. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto menyatakan tuduhan itu tidak benar
Kapolres Jakpus melakukan mediasi pertemuan antara perwakilan YLBHI dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Dalam mediasi tersebut, Kapolres berjanji akan mengawal permasalahan ini serta akan memproses secara hukum apabila memang ada upaya seperti yang dituduhkan masyarakat, yaitu kongres PKI.
"Biarkan yang di dalam pulang, kami akan kawal masalah ini. Kita ini di negara hukum," katanya kepada massa anti-paham komunis yang mengepung kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI/LBH) di Jalan Pangeran Diponegoro No 74, Jakarta Pusat, Senin (18/9) dini hari.
Sementara itu, YLBHI/LBH juga telah membantah telah menyelenggarakan kongres Partai Komunis Indonesia (PKI) atau diskusi yang mengarah pada bangkitnya komunisme.
"Tidak ada sama sekali diskusi atau kongres tentang komunisme, acara yang kami selenggarakan murni diskusi sejarah dan pentas seni yang menampilkan beberapa seniman," kata Yunita salah satu panitia acara dari YLBHI.
Yunita menjelaskan kronologis serta konsep acara yang diselengarakan hingga akhirnya dikepung massa yang menduga adanya gerakan komunisme. Diskusi yang diselenggarakan bertema "Asik Asik Aksi", beberapa narasumber menjelaskan tentang sejarah 1965, berdasarkan info dari akun Twitter resmi Kontras (@KontraS).