Kapal Pinisi, Kapal Sederhana yang Kaya Makna

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 01 Maret 2012
Kapal Pinisi, Kapal Sederhana yang Kaya Makna

Kapal Pinisi dulunya berfungsi untuk mengangkut barang dan perdagangan ke beberapa wilayah Indonesia. (Unsplash/Rohim Ari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUNGKIN kita semua sudah akrab dengan penggalan lirik lagu nenek moyang ku seorang pelaut. Kalau dilihat-lihat memangbenar adanya, Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki total luas wilayah 7,81 juta kilometer persegi, dengan 70 persen wilayahnya merupakan perairan.

Menjadi negara maritim, tentu Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dari alat transportasinya. Kapal Indonesia yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2017 adalah Pinisi. Bahkan hari ini (7/12) Google mengangkat Kapal Pinisi menjadi Doodle-nya.

Baca Juga:

Anugerah Cagar Budaya untuk 7 Bangunan di Bandung, Layak Dikunjungi

kapal
Kapal Indonesia yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2017 adalah Pinisi. (Unsplash/Wayan Aditya)

Seperti dikabarkan Kemenparekraf, Kapal Pinisi menjadi bagian dari Indonesia sejak tahun 1500-an. Mulanya, kapal ini menjadi identitas pelaut Konjo, Bugis, dan Mandar yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Kapal Pinisi dulunya berfungsi untuk mengangkut barang dan perdagangan ke beberapa wilayah Indonesia. Kapal ini seakan memiliki ciri khas jika sedang berlayar di perairan. Kapal ini dapat dikenal dari penggunaan tujuh sampai delapan layar, dilengkapi dua tiang utama di bagian depan dan belakang kapal.

Pesona kapal ini terlihat dari proses pembuatannya, kapal tradisional Indonesia ini terbuat dari kayu. Merancang kapal ini agar bisa berlayar, pembuatnya menggunakan empat jenis kayu, yaitu kayu besi, kayu bitti, kayu kandole/punaga, dan kayu jati.

Hebatnya, sampai di tahun 2023 ini pembuatan Kapal Pinisi masih lestari. Pembuatan kapal ini berada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tepatnya berada di tiga desa, Desa Tana beru, Bira, dan Batu Licin. Para pengrajin kapal tampak konsisten dengan cara membuatnya. Pun para pengrajin masih merancang kapal dengan cara tradisional.

Baca Juga:

Pengmas UI: Permainan Tradisional Tingkatkan Kecerdasan Emosional

kapal
Proses pembuatan kapal pinisi tidaklah mudah. (Unsplash/Johnny Africa)

Proses pembuatan kapal pinisi tidaklah mudah. Ada tiga tahap yang harus dilewati para pengrajin. Tahap pertama dimulai dari penentuan hari baik untuk mencari kayu. Hari baik mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke-5 atau hari ke-7 pada bulan pembuatan kapal. Alasan pemilihan hari ini kepercayaan yang melambangkan rezeki yang ada di tangan dan selalu mendapat rezeki.

Tahap kedua proses pembuatan kapal pinisi yaitu proses menebang, mengeringkan, dan memotong kayu. Empat jenis kayu yang sudah dikumpulkan kemudia dirakit menjadi kapal pinisi. Tahap kedua ini menjadi tahap yang paling lama dalam proses perancangan kapal, biasanya proses ini memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Terakhir tahap ketiga adalah proses peluncuran kapal ke laut. Sebelum diluncurkan ke laut, perancang biasanya menggelar upacara ‘maccera lopi’ atau menyucikan kapal pinisi. Upacara ini ditandai dengan kegiatan menyembelih sapi atau kambing. Penyembelihan ini juga ada aturannya, jika bobot kapal kurang dari 100 ton, maka yang disembelih adalah kambing, dan sebaliknya jika bobot kapal di atas 100 maka wajib sembelih sapi.

Kapal pinisi bukan hanya sekedar kapal, proses perancangan kapal ini memiliki tiga tahap yang terhubung dengan budaya daerah setempat. Selain itu, proses pembuatan kapal pinisi juga memiliki filosofi tersendiri. Seperti nilai bekerja keras, nilai kerja sama, nilai estetika, dan nilai menghargai alam. Itu sebabnya kapal pinisi masuk dalam warisan budaya UNESCO pada tahun 2017. (zvw)

Baca Juga:

Toko Organis Bandung, Kampanyekan Gaya Hidup Nol Sampah

#Wisata #Budaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Indonesia
Diduga Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Warga Boyolali, Temuan Harus Identifikasi
Cipto Raharjo meninggal dunia sekitar tahun 2007 dan rumahnya dibiarkan kosong. Anak keturunannya tidak ada yang menempati rumah itu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Diduga Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Warga Boyolali, Temuan Harus Identifikasi
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Fashion
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Kain ulos menjadi magnet di Indonesia Fashion Week 2026. Kain tersebut tampil modern dengan sentuhan warna pastel.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Fashion
Ragamkultura Jakarta di IFW 2026, Batik Betawi hingga Marunda Curi Perhatian Penonton
Batik Jakarta bersinar di IFW 2026. Panggung Ragamkultura Jakarta menghadirkan sembilan jenama wastra.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Ragamkultura Jakarta di IFW 2026, Batik Betawi hingga Marunda Curi Perhatian Penonton
Bagikan