Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Pantai Anyer, Banten. (Foto: instagram.com/lalita_cottage)
MerahPutih.com - DPRD mengambil inisiatif untuk mencegah praktik ketok harga di sejumlah wilayah destinasi wisata Provinsi Banten, seperti Pantai Anyer, Carita, dan lain-lain.
Untuk itu, Sekretaris Komisi III DPRD Banten, Mansur, mendorong pemerintah kabupaten dan kota (Pemkab/Pemkot) untuk segera menerbitkan regulasi yang menertibkan batas tarif layanan di destinasi wisata, guna mencegah pungutan tidak wajar yang merugikan citra pariwisata daerah.
"Kewenangan retribusi itu ada di kabupaten/kota. Maka perlu ada peraturan bupati (perbup) atau peraturan wali kota (perwal) untuk meminimalisir pungutan yang terlalu tinggi," kata Mansur di Serang, Selasa (25/11).
Baca juga:
Mansur menilai, ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan oknum untuk mematok tarif semaunya. Akibatnya, lanjut dia, menjadi penyebab utama wisatawan merasa jera (kapok) untuk kembali berlibur ke Banten.
Oleh karena itu, Mansur menegaskan payung hukum di tingkat daerah dinilai mendesak untuk melindungi konsumen. Mengingat kewenangan pengaturan berada di tingkat II, dia menyarankan intervensi Pemprov melalui penerbitan Surat Edaran (SE) Gubernur.
Baca juga:
"Bisa saja ada surat edaran dari Gubernur untuk mendorong para bupati atau wali kota agar memberikan arahan tegas terkait penataan tarif ini," tuturnya, dikutip Antara.
Lebih jauh, Mansur juga menekankan pentingnya pendekatan kultural. Dia meminta dinas pariwisata di daerah tidak bosan melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar objek wisata agar memiliki mental sadar wisata.
"Masyarakat harus sadar bahwa sikap ramah dan melayani dengan harga wajar adalah investasi jangka panjang. Jangan sampai memberatkan pengunjung," tandasnya. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD, Gerakan Rakyat: Ini Permufakatan Elit Rampas Kedaulatan
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Pengamat Ungkap Keuntungan Kepala Daerah Dipilih DPRD, Lebih Irit Anggaran, Minim Gesekan hingga Perkuat Konsolidasi
Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Dukung Pemilihan Langsung oleh Rakyat
Pengamat Ungkap Dampak Kepala Daerah Dipilih DPRD, hanya Partai Penguasa yang Bisa Tentukan Arah dan Picu Kompromi Politik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional