Pengamat Ungkap Dampak Kepala Daerah Dipilih DPRD, hanya Partai Penguasa yang Bisa Tentukan Arah dan Picu Kompromi Politik
Pengamat poltik Jerry Massie.(foto: Dok Pribadi)
MERAHPUTIH.COM - RENCANA pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) menuai penolakan dari sejumlah kalangan. Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD berisiko memperkuat praktik politik transaksional di internal partai politik.
Selain itu, sistem tersebut juga berpotensi menggerus peran partai-partai kecil yang memiliki suara minoritas. Jerry juga menilai mekanisme pemilihan melalui DPRD membuka peluang dominasi partai penguasa dalam menentukan calon kepala daerah tanpa melibatkan penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kondisi tersbeut dinilai rawan melahirkan kompromi politik antara calon kepala daerah dan elite partai.
“Ini hanya partai penguasa yang menentukan arah, dan calon kepala daerah berpotensi melakukan lobi-lobi politik dengan pimpinan partai,” kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/1).
Menurut Jerry, mekanisme ini dinilai berpotensi menimbulkan lebih banyak dampak negatif ketimbang manfaatnya. Oleh karena itu, sistem pilkada langsung oleh rakyat masih dianggap sebagai pilihan paling ideal bagi negara demokrasi seperti Indonesia. “Pilkada langsung oleh rakyat memang masih memiliki banyak kekurangan. Namun, jika pemilihan dilakukan melalui DPRD, potensi dampak buruknya justru bisa lebih besar,” ujar Jerry.
Baca juga:
Wakil Ketua DPR Dasco Dikabarkan Konsolidasikan Dukungan Pilkada Oleh DPRD
Jerry menilai mekanisme pemilihan melalui DPRD membuka peluang dominasi partai penguasa dalam menentukan calon kepala daerah tanpa melibatkan penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Kondisi ini rawan melahirkan kompromi politik antara calon kepala daerah dan elite partai,'' tutup Jerry.
Partai Gerindra secara resmi menyatakan dukungan terhadap wacana agar kepala daerah dipilih oleh anggota DPRD, bukan langsung oleh rakyat. Hal itu dinyatakan Sekjen DPP Partai Gerindra Sugiono, bahwa mereka berada dalam posisi mendukung rencana tersebut jika dikaji dan dibahas secara matang.(knu)
Baca juga:
Gerakan Rakyat Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ongkos Politik Jangan Dijadikan Alasan
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Pengamat Ungkap Dampak Kepala Daerah Dipilih DPRD, hanya Partai Penguasa yang Bisa Tentukan Arah dan Picu Kompromi Politik
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
MPR Berikan Sinyal Setujui Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD
Ikuti Jejak Golkar, Gerindra Usulkan Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD
Gerakan Rakyat Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ongkos Politik Jangan Dijadikan Alasan
Ritel Moderen Jual Makanan Berfomalin, Pengawasan Pangan Jadi Sorotan
Bamsoet Nilai Pilkada lewat DPRD Berpotensi Kurangi Biaya dan Politik Uang
Usulan DPRD Pilih Kepala Daerah Disinyalir Sudah Jadi Kesepakatan Parpol dan Pemerintah
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
DPRD DKI Jakarta Targetkan 20 Perda Rampung di 2026, Mulai Urusan Narkoba Sampai Nasib PKL Jadi Prioritas