Bamsoet Nilai Pilkada lewat DPRD Berpotensi Kurangi Biaya dan Politik Uang

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Bamsoet Nilai Pilkada lewat DPRD Berpotensi Kurangi Biaya dan Politik Uang

Ketua MPR Bambang Soesatyo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurut dia, mekanisme tersebut dapat menjadi alternatif untuk mengurangi praktik politik uang serta menekan tingginya biaya politik yang selama ini membayangi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.
?
Sosok yang akrab disapa Bamsoet ini mengatakan sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD bukan hal baru dalam praktik demokrasi. Sejumlah negara, seperti Malaysia, India, Inggris, Kanada, dan Australia, telah menerapkan model serupa dalam memilih pimpinan daerah.
?
“Model ini dapat mengurangi permainan uang sekaligus menekan ongkos politik yang semakin merusak jati diri bangsa. Sistem politik yang mahal sering kali membuat kontestasi ditentukan mereka yang memiliki modal besar atau oligarki,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12).
?
Ia menilai pengalaman panjang Pilkada langsung di Indonesia menunjukkan berbagai persoalan struktural yang belum terselesaikan. Politik biaya tinggi, maraknya praktik transaksional, hingga meningkatnya kasus korupsi kepala daerah menjadi peringatan bahwa sistem yang berjalan belum sepenuhnya menghasilkan kepemimpinan daerah yang efektif dan berintegritas.

Baca juga:

Pilkada Langsung Jadi Sarang 'Money Politic', Wakil Ketua MPR Tawarkan Solusi Sila Keempat

?
Menurut Bamsoet, pilkada langsung kerap berubah menjadi kontestasi modal. Banyak calon kepala daerah harus mengeluarkan biaya sangat besar sejak proses pencalonan, kampanye, hingga menjelang hari pemungutan suara. Kondisi tersebut, kata dia, menciptakan lingkaran setan karena kepala daerah terpilih terdorong mengembalikan modal politik melalui cara-cara yang menyimpang.
?
Bamsoet juga mengutip data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat, sejak 2024 hingga Mei 2025 sebanyak 201 kepala daerah terjerat kasus korupsi, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur. Sebagian besar kasus berkaitan dengan perizinan, proyek infrastruktur, dan pengelolaan anggaran daerah.
?
Dalam kondisi tersebut, Bamsoet berpandangan pilkada melalui DPRD dapat menjadi alternatif yang lebih rasional dan terukur. Namun, ia menekankan perubahan sistem harus dibarengi penguatan integritas DPRD. “Transparansi proses pemilihan, pengawasan publik, serta sanksi tegas bagi anggota dewan yang menyalahgunakan kewenangan menjadi syarat mutlak,” kata Bamsoet.
?
Ia menegaskan dukungannya terhadap pilkada melalui DPRD bukan langkah mundur demokrasi, melainkan upaya memperbaiki kualitas demokrasi agar lebih substansial dan berorientasi pada pemerintahan yang bersih serta berpihak pada rakyat.(Pon)

Baca juga:

Temuan Awal Duit Korupsi Bupati Lampung Tengah Rp 5 Miliar, Diduga Buat Bayar Utang Pilkada


?

#Bambang Soesatyo #UU Pilkada #Pemilihan Kepala Daerah
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
PSI Ingin Tampung Aspirasi Warga Soal Pilkada Tak Langsung, Pilkada Masih Banyak Kekurangan
Kaesang, dalam pidatonya saat Rakernas PSI 2026, mengakui bahwa pelaksanaan Pilkada langsung selama ini belum dapat membuahkan hasil atau bahkan proses yang memuaskan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
PSI Ingin Tampung Aspirasi Warga Soal Pilkada Tak Langsung, Pilkada Masih Banyak Kekurangan
Indonesia
Komisi II DPR RI Usul Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 7 Persen, Kunci Pemerintahan Efektif dan Sehat
Lebih jauh, muncul usulan untuk menaikkan angka ambang batas dari yang berlaku saat ini sebesar 4 persen menjadi kisaran 5 hingga 7 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Komisi II DPR RI Usul Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 7 Persen, Kunci Pemerintahan Efektif dan Sehat
Indonesia
High Cost Politics Calon Bikin Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Bukan Ubah Cara Pemilihan
orupsi sering kali didorong oleh kebutuhan untuk menutup biaya politik yang telah dikeluarkan sebelumnya, sekaligus mengumpulkan modal untuk kontestasi periode berikutnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
High Cost Politics Calon Bikin Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Bukan Ubah Cara Pemilihan
Indonesia
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Mensesneg, Prasetyo Hadi, merespons usulan soal e-voting Pilkada. Ia meminta hal itu membutuhkan kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Dasco Janji Tidak Buru Buru Bahas Revisi UU Pilkada, Fokus ke UU Pemilu
Revisi UU Pemilu akan dilakukan bersama dengan memperhatikan sistem dan mekanisme yang disiapkan oleh masing-masing partai politik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Dasco Janji Tidak Buru Buru Bahas Revisi UU Pilkada, Fokus ke UU Pemilu
Indonesia
Pilkada Butuh Banyak Uang Memicu Politik Transaksional, Guru Besar STIK Yakin Bakal Ada Ancaman Demokrasi
Polemik Pilkada langsung dan tak langsung tengah menjadi perdebatan di level elit.
Frengky Aruan - Jumat, 16 Januari 2026
Pilkada Butuh Banyak Uang Memicu Politik Transaksional, Guru Besar STIK Yakin Bakal Ada Ancaman Demokrasi
Indonesia
Pengamat Semprot Wacana Pilkada DPRD yang Rawan Transaksi Gelap, Rakyat Cuma Jadi Penonton Elite Pesta Pora
Kecenderungan biaya politik menjadi lebih mahal itu ada karena hanya segelintir elite yang memegang akses
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Pengamat Semprot Wacana Pilkada DPRD yang Rawan Transaksi Gelap, Rakyat Cuma Jadi Penonton Elite Pesta Pora
Indonesia
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Baik pilkada langsung maupun tidak langsung sama-sama memiliki dasar konstitusional dan dinilai demokratis. ?
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Indonesia
Wacana Pilkada Tidak Langsung Masih 'Jauh Panggang dari Api', DPR Pilih Fokus UU Pemilu
Pada saat itu, pembentuk UUD tidak menemukan kata sepakat untuk satu model pemilihan kepala daerah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Januari 2026
Wacana Pilkada Tidak Langsung Masih 'Jauh Panggang dari Api', DPR Pilih Fokus UU Pemilu
Indonesia
Ketua Komisi II DPR: Wacana Pilkada Lewat DPRD Belum Masuk Prolegnas
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menegaskan wacana Pilkada melalui DPRD belum masuk Prolegnas dan belum menjadi agenda resmi DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Ketua Komisi II DPR: Wacana Pilkada Lewat DPRD Belum Masuk Prolegnas
Bagikan