Kadin Sebut Kondisi Ekonomi Masih Dipenuhi Ketidakpastian

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Agustus 2021
Kadin Sebut Kondisi Ekonomi Masih Dipenuhi Ketidakpastian

Pusat perbelanjaan. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 hanya akan mencapai 3,5 hingga 5 persen. Kondisi ini pun, bisa tercapai jika adanya penerapan relaksasi PPKM dan meningkatnya konsumsi pada akhir tahun.

Untuk periode Juli-September atau kuartal III 2021, pertumbuhan ekonomi akan berada di rentang 3,5-4 persen secara tahunan (yoy). Ini meruoakan dampak restriksi sosial dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan terasa pada kuartal III 2021.

Baca Juga:

Pemerintah Miliki Optimisme Akselerasi Pemulihan Ekonomi

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, dampak restriksi sosial dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan terasa pada kuartal III 2021.

Angka proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 itu jauh lebih rendah dibanding realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang sebesar 7,07 persen (yoy).

Ia menilai, keberlanjutan pemulihan ekonomi kuartal II akan tidak optimal pada kuartal III 2021 karena pemerintah terpaksa harus menerapkan PPKM untuk mengurangi jumlah kasus COVID-19. Namun, setelah pemerintah memperlonggar PPKM per 24 Agustus 2021 karena kasus COVID-19 yang menurun, Shinta menilai dampaknya akan mulai terasa ke kegiatan perekonomian.

"Kecepatan relaksasi ini bisa membantu dari segi pencapaian pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2021, sehingga kita bisa memanfaatkan konsumsi di akhir tahun," ujarnya.

Ia menegaskan, saat ini kondisi ekonomi memang masih dipenuhi ketidakpastian. Laju kegiatan ekonomi akan bergantung dari keberhasilan pemerintah menangani pandemi COVID-19, terutama untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga kasus COVID-19.

Selain itu, pemerintah juga harus memulihkan keyakinan masyarakat dan dunia usaha. Upaya pengendalian COVID-19 harus dioptimalkan dan dibarengi dengan kecepatan vaksinasi COVID-19 di seluruh Tanah Air.

"Juga dengan adanya vaksinasi COVID-19, pemulihan confidence konsumsi masyarakat. Ini akan sangat membantu dari aspek pemulihan," ujarnya.

Pembatasan mobilitas warga. (Foto: Antara)
Pembatasan mobilitas warga. (Foto: Antara)

enteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan mendekati batas atas target, yakni 4,5 persen.

"Kita akan mendekati outlook yang atas apabila pemulihannya bisa berjalan mulai bulan September hingga akhir tahun 2021, tanpa mengalami disrupsi COVID-19 lagi atau kasus COVID-19 selalu bisa terjaga," ucap Sri Mulyani.

Ia mengatakan proyeksi ekonomi pada tahun 2021 memang mengalami koreksi ke rentang 3,7 persen sampai 4,5 persen karena disrupsi COVID-19 varian Delta, terutama pada triwulan III-2021.

Dengan demikian, semakin cepat COVID-19 dikendalikan, maka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terutama level 4 tidak akan terlalu lama diterapkan agar ekonomi bisa pulih kembali.

"Efektivitas PPKM yang bisa mengendalikan pandemi tentu menjadi kunci bagi kita untuk bisa memulihkan ekonomi," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Bantu Pemulihan Ekonomi, Ketua DPD Dukung Pembukaan Mal

#Pemulihan Ekonomi #Ekonomi Indonesia #COVID-19 #Kadin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Sebanyak 16,4 persen responden pelaku bisnis mengatakan, permasalahan pengembangan bisnis masih ada pada birokrasi,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Berita Foto
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Peluncuran Riset: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Bagikan