Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Awal Mula Kerja Kreatif Amsal Bikin Profil Desa Berujung Pidana

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Awal Mula Kerja Kreatif Amsal Bikin Profil Desa Berujung Pidana

Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) membahas kasus yang menjerat videografer Amsal Christy Sitepu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, yang dijerat kasus korupsi karena membuat video profil desa dengan alasan beberapa pekerjaan dinilai nol rupiah, menceritakan awal mula kasus dugaan mark up anggaran desa.

Jaksa menjerat dirinya dan mencurahkan persoalannya saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi III DPR RI, Senin (30/3).

Amsal mengatakan, proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo bermula saat pandemi COVID-19 melanda pada 2019.

Saat itu, ia dan tim kehilangan banyak pekerjaan di sektor industri kreatif, terutama produksi foto dan video.

Baca juga:

DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Videografer Amsal Sitepu, Soroti Nilai Kerja Kreatif

“Karena tidak ada pekerjaan, kami punya ide membuat video profil desa,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia kemudian menyusun proposal senilai Rp 30 juta dan menawarkannya langsung kepada para kepala desa. Tidak semua menerima, namun sekitar 10 hingga 12 desa akhirnya bekerja sama pada 2020.


Menurut Amsal, seluruh pekerjaan dilakukan secara profesional dengan kontrak kerja yang jelas. Konten yang dibuat mencakup kearifan lokal, sejarah desa, hingga potensi wilayah.


Ia menjelaskan, hasil video diserahkan terlebih dahulu untuk direvisi oleh pihak desa sebelum dinyatakan selesai. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan rampung dan sesuai nilai dalam proposal.


Amsal mengungkapkan, pada 2025 dirinya dipanggil sebagai saksi sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Ia mengaku tidak pernah diperiksa oleh inspektorat terkait proyek tersebut.


Dalam persidangan, ia menyebut para kepala desa yang menjadi saksi justru menyatakan puas dengan hasil pekerjaan.

Namun, dugaan mark up muncul karena sejumlah komponen biaya dalam proposal dinilai nol oleh auditor dan jaksa.

“Item seperti ide, editing, cutting, sampai mikrofon dianggap nol,” kata Amsal.

Dalam persidangan, Amsal menyebut para kepala desa yang dihadirkan sebagai saksi menyatakan puas terhadap hasil pekerjaan.

Direktur CV Promiseland ini juga menyoroti temuan auditor yang menghapus sejumlah komponen biaya, seperti ide kreatif dan proses editing, sehingga memunculkan dugaan mark up.

Amsal menegaskan dirinya hanya penyedia jasa tanpa kewenangan dalam pengelolaan anggaran.

Dia berharap, kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan ketakutan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk bekerja sama dengan pemerintah. (Pon)

#Ekonomi Indonesia #Industri Kreatif #Ide Kreatif
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Program PED
OJK mengapresiasi dukungan Bank Jakarta dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan inklusi keuangan di DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Program PED
Indonesia
Prabowo Bahas Peluang Baru Danantara, Pariwisata hingga Konser Musik Masuk Pembicaraan
Presiden Prabowo Subianto bertemu Rosan Roeslani di Kertanegara. Bahas peluang investasi Danantara, penguatan sektor pariwisata, industri kreatif, hingga konsolidasi BUMN.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
Prabowo Bahas Peluang Baru Danantara, Pariwisata hingga Konser Musik Masuk Pembicaraan
Indonesia
Mensesneg: Fundamental Ekonomi Indonesia Cukup Kuat
Prasetyo Hadi juga mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dalam menjaga kekuatan ekonomi nasional.
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
Mensesneg: Fundamental Ekonomi Indonesia Cukup Kuat
Indonesia
Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Transformasi Ekonomi Nasional Cegah Kebocoran
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen menjalankan transformasi ekonomi nasional dalam amanat Hari Lahir Pancasila 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Transformasi Ekonomi Nasional Cegah Kebocoran
Indonesia
Mata Uang Negara Tetangga Menguat, Ini Alasan Rupiah Terseok-Seok
Mata uang seperti Ringgit Malaysia, Euro, Swiss Franc, hingga beberapa mata uang negara berbasis komoditas dan emerging markets justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Mata Uang Negara Tetangga Menguat, Ini Alasan Rupiah Terseok-Seok
ShowBiz
IdeaFest 2026 Kembali Digelar, Angkat Tema 'ReHumanize' di Tengah Era AI
IdeaFest 2026 akan kembali digelar pada 4-6 September. Festival kreatif ini akan mempertemukan berbagai tokoh dari industri.
Soffi Amira - Kamis, 14 Mei 2026
IdeaFest 2026 Kembali Digelar, Angkat Tema 'ReHumanize' di Tengah Era AI
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja usaha, terutama bagi sektor yang bergantung pada bahan baku impor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Indonesia
Prabowo dan Luhut Bertemu Bahas Strategi Ekonomi, APBN Dijaga di Bawah 3 Persen
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, bertemu pada Selasa (21/4). Keduanya membahas strategi ekonomi Indonesia.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Prabowo dan Luhut Bertemu Bahas Strategi Ekonomi, APBN Dijaga di Bawah 3 Persen
Indonesia
Prabowo: Hukum Jadi Kunci Jaga Kekayaan Negara dan Sejahterakan Rakyat
Prabowo Subianto menegaskan hukum sebagai instrumen menjaga kekayaan negara. Pemerintah juga menindak praktik ilegal dan menyelamatkan ratusan triliun rupiah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Prabowo: Hukum Jadi Kunci Jaga Kekayaan Negara dan Sejahterakan Rakyat
Indonesia
Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi Global, Subsidi Tetap untuk 80 Persen Rakyat
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia siap menghadapi krisis energi global. Subsidi BBM tetap diberikan untuk 80 persen rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi Global, Subsidi Tetap untuk 80 Persen Rakyat
Bagikan