MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, bertemu empat mata dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.
Pertemuan ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (21/4). Luhut juga mengunggah foto saat ia berbincang dengan Prabowo.
Melalui akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan pada Rabu (22/4), Luhut menyampaikan simulasi terbaru dari Dewan Ekonomi yang menunjukkan dalam tiga bulan ke depan, pertumbuhan dan aktivitas ekonomi Indonesia sebenarnya masih berada dalam posisi terjaga.
Keduanya juga telah menyiapkan skenario usulan kebijakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama jika konflik global ini berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Salah satunya adalah lonjakan harga energi.
Baca juga:
Prabowo Minta Regulasi Penghambat Investasi Dipangkas, Target Sesuai Standar OECD
“Bukan hanya soal harga minyak mentahnya, tapi juga 'gap' harga antara minyak mentah dan produk BBM yang membesar," ujar Luhut.
Selain energi, keduanya juga mencermati gangguan rantai pasok komoditas strategis lainnya.
“Seperti sulfur yang krusial bagi hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik," lanjutnya.
Terlepas dari situasi yang berlangsung saat ini, jelas Luhut, berbagai simulasi yang dilakukan menunjukkan kondisi ekonomi dan APBN masih dapat dikendalikan.
Baca juga:
Proyek Pengolah Sampah Jadi Energi Dipercepat, Dimulai dari Bekasi hingga Denpasar
View this post on Instagram
Defisit APBN akan dijaga di bawah 3 persen melalui efisiensi belanja yang ketat, kemudian dibantu dengan tambahan penerimaan dari komoditas ekspor seperti batu bara dan sawit.
"Aktivitas ekonomi dijaga melalui percepatan deregulasi sebagai bentuk stimulus non fiskal bagi dunia usaha. Saya sampaikan kepada Presiden bahwa hambatan struktural di lapangan harus diselesaikan agar perizinan lebih sederhana dan dunia usaha tetap memiliki kepastian untuk bergerak," tutur Luhut.
Luhut melihat ada momentum yang perlu diambil di tengah situasi sulit seperti ini, yakni percepatan dalam transformasi digital (GovTech).
Baca juga:
Prabowo Perintahkan Anak Buahnya Bereskan Persoalan Izin Usaha Tambang di Kawasan Hutan
Melakukan percepatan dalam transformasi digital, serta mendorong pembangunan Indonesia Financial Center, mengingat Indonesia perlu bersiap mengambil alih pergeseran arus modal global.
“Dengan langkah terukur dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga mengambil kesempatan untuk melakukan lompatan kemajuan," sambungnya. (knu)