Prabowo Tekankan Lulusan IPDN Harus Dekat dengan Rakyat dan Tolak Korupsi

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
Prabowo Tekankan Lulusan IPDN Harus Dekat dengan Rakyat dan Tolak Korupsi

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap sistem seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi pemimpin yang peduli rakyat dan menjauhi praktik korupsi.

Menurutnya, aparatur pemerintahan memiliki peran penting dalam memastikan setiap kebijakan negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga:

Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Buruh hingga Petani

Prabowo Beri Arahan ke Pamong Praja Muda

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan kepada Pamong Praja Muda Angkatan ke-33 Tahun 2026 usai pelantikan di IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (29/7).

Rakyat membutuhkan, bahkan rakyat menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.

ujar Prabowo

Prabowo mengatakan, lulusan IPDN merupakan calon pemimpin yang akan menjadi penggerak birokrasi pemerintahan sekaligus penentu keberhasilan pembangunan di berbagai daerah.

“Karena itu saudara harus jadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,” katanya.

Baca juga:

Aji Bayu Putra Buruh Bangunan di NTT Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2026

Prabowo menekankan kebijakan pemerintah tidak akan memberikan hasil apabila tidak diimplementasikan secara baik di lapangan. Karena itu, ia berharap para lulusan IPDN mampu menjalankan setiap program pemerintah secara efektif.

“Gagasan yang paling besar, rencana yang paling besar, kebijakan-kebijakan yang paling baik, kalau tidak dilaksanakan di lapangan, gagasan besar itu kandas, rencana terbaik itu tidak tercapai. Karena itu, saudara-saudara sungguh-sungguh adalah harapan kami,” ucapnya.

Lulusan IPDN Diminta Jaga Hubungan dengan Masyarakat

Prabowo juga mengingatkan, dalam menjalankan tugas, aparatur pemerintahan harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat.

Selain itu, Prabowo meminta para lulusan IPDN membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.

Prabowo mengingatkan agar para calon aparatur pemerintahan tidak menjadi pemimpin yang arogan. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan saling menghormati.

“Saudara tidak boleh sekali-sekali menjadi pemimpin yang sombong. Bangunlah kerja sama. Kerja sama adalah kunci dari keberhasilan. Saudara harus saling menghormati, saling mendukung, dan saling memperkuat,” kata Prabowo. (Pon)

#Prabowo Subianto #IPDN #Sekolah Pamong Praja #Kasus Korupsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal WNA, Silmy Karim mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah mengkaji praktik underinvoicing dalam pemberantasan korupsi. Kerugian negara disebut mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Indonesia
Denny JA Usulkan Reformasi Hukum Korupsi, Soroti Kerugian Negara
Denny JA mengusulkan reformasi delik korupsi agar risiko bisnis yang wajar dibedakan dari tindak pidana. Simak gagasan dan alasannya.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Denny JA Usulkan Reformasi Hukum Korupsi, Soroti Kerugian Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Indonesia
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Presiden Prabowo Subianto curi perhatian publik saat mencari keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang absen di acara Rakornas TPAKD. Simak momen uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Indonesia
Skandal Proyek Jalan Rp231 Miliar, KPK Garap 7 Mantan Pejabat BBPJN Sumut
KPK memeriksa tujuh mantan pejabat BBPJN Sumut terkait dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara senilai Rp231,8 miliar. Simak daftar tersangkanya.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Skandal Proyek Jalan Rp231 Miliar, KPK Garap 7 Mantan Pejabat BBPJN Sumut
Indonesia
Survei Voxpol Center: Mayoritas Warga Yakin Pemerintahan Prabowo-Gibran Mampu Bawa Perubahan
Cek hasil survei kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran terbaru dari Voxpol Center. Mayoritas publik, sekitar 63,3 persen, yakin mereka mampu memimpin dan atasi masalah negara!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Survei Voxpol Center: Mayoritas Warga Yakin Pemerintahan Prabowo-Gibran Mampu Bawa Perubahan
Bagikan