MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh warga negara Indonesia memiliki rekening perbankan sebagai bagian dari strategi memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Berdasarkan survei OJK dan BPS, tingkat inklusi keuangan kita sudah mencapai 93,62 persen, sementara literasi keuangan berada di angka 63,57 persen,
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Rekening Baru, Integrasi Data, dan QRIS
Airlangga menjelaskan pemerintah telah menyiapkan program kepemilikan rekening melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Nantinya, data kependudukan dari Dukcapil akan dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, khususnya terkait sistem pembayaran.
Integrasi ini akan diperkuat dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) agar masyarakat lebih mudah bertransaksi digital.
“Ini yang disiapkan agar literasi dan inklusi keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin,” imbuh Menko Perekonomian.
Baca juga:
Kemenlu Dorong Perbankan Indonesia Beroperasi di Arab Saudi, Qatar dan UEA
Efek ke Program Pemerintah dan Ekonomi Nasional
Dengan kepemilikan rekening yang semakin merata, berbagai program pemerintah dapat disalurkan lebih efektif. Hal ini sekaligus memperkuat ekosistem keuangan inklusif yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Airlangga menegaskan, penguatan inklusi keuangan akan mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan nasional. Pemerintah juga memastikan koordinasi lintas lembaga agar perluasan akses rekening berjalan efektif. (Asp)