MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, akan meresmikan hasil revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Peresmian tersebut menjadi penanda dimulainya upaya mengembalikan salah satu bangunan cagar budaya terpenting di Indonesia ke bentuk arsitektur aslinya.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyebutkan, revitalisasi dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan tetap mengedepankan aspek pelestarian sejarah.
Bangunan yang berdiri sejak awal abad ke-20 itu dipugar berdasarkan kaidah konservasi cagar budaya dan melibatkan tenaga ahli.
jelas Prasetyo
Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya sebagaimana dirancang arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada 1911 hingga diresmikan pada 1914..
Stasiun Semarang Tawang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010.
Baca juga:
Stasiun Semarang Tawang Simpan Jejak Perjalanan Sejarah Indonesia
Karena itu, seluruh proses revitalisasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya agar karakter asli bangunan tetap terjaga.
Tahap pertama revitalisasi meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengurangi risiko genangan dan banjir rob yang selama ini menjadi persoalan di kawasan tersebut.
Namun, nilai Stasiun Semarang Tawang tidak hanya terletak pada fungsi transportasinya.
Bangunan ini menyimpan jejak penting perjalanan sejarah bangsa. Pada 10 September 1945, stasiun ini menjadi titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung.
Beberapa pekan kemudian, pada Oktober 1945, Stasiun Tawang juga menjadi lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden pertama RI Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata saat Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Baca juga:
Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Tunjangan Kinerja TNI dan ASN Kemhan Naik
Selain memiliki nilai historis, Stasiun Semarang Tawang hingga kini tetap menjadi salah satu simpul transportasi utama di Indonesia.
Pada semester pertama 2026, stasiun tersebut mencatat lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang, menjadikannya stasiun tersibuk keempat di Indonesia.
Tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta juga mencapai 99,45 persen. Menurut Prasetyo, kehadiran Prabowo dalam peresmian revitalisasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga warisan budaya nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
“Pemerintah terus mendorong pelestarian bangunan bersejarah agar tetap memiliki fungsi bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budayanya bagi generasi mendatang,” ujarnya. (knu)

