Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Selat Hormuz Terancam, DPR Minta Pemerintah Hitung Dampak ke Ekonomi Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Selat Hormuz Terancam, DPR Minta Pemerintah Hitung Dampak ke Ekonomi Indonesia

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, mendorong pemerintah untuk mengkalkulasi secara cermat berbagai kemungkinan dampak konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel terhadap perekonomian Indonesia.

Salah satu skenario yang menjadi perhatian adalah potensi penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.

Politikus yang akrab disapa Kang Hero itu menilai, eskalasi konflik di Timur Tengah memiliki dampak nyata, terutama terhadap lonjakan harga minyak global. Kenaikan harga minyak mentah, menurut dia, berpotensi memicu efek berantai pada harga berbagai komoditas.

“Semua kemungkinan dengan kenaikan harga crude oil akan berdampak terhadap kenaikan komoditas lainnya. Jika harga-harga ini terus meningkat, maka akan berpengaruh luas terhadap perekonomian,” ujar Herman di Jakarta, Kamis (2/4).

Ia menekankan pentingnya pemerintah melakukan perhitungan matang terhadap berbagai instrumen fiskal, termasuk subsidi energi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Herman, asumsi harga minyak dalam APBN sebesar 70 dolar AS per barel saat ini sudah jauh meleset, seiring harga minyak global yang menembus kisaran 110 hingga 115 dolar AS per barel.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang diasumsikan berada di level Rp16.500 per dolar AS kini tertekan hingga menyentuh Rp17.000 per dolar AS.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesehatan fiskal dan pelaksanaan berbagai program nasional. Oleh karena itu, langkah antisipatif dinilai mendesak untuk segera dilakukan pemerintah.

Herman menyarankan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengetatan alokasi anggaran, peningkatan subsidi di sektor energi, hingga antisipasi dampak lanjutan terhadap sektor pangan.

Selain itu, pemerintah juga diminta mencari alternatif sumber pasokan energi guna mengurangi ketergantungan impor.

Ia mengingatkan, sekitar 20 persen pasokan minyak Indonesia berpotensi terdampak jika Selat Hormuz ditutup. Sementara kebutuhan minyak nasional mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, dengan produksi domestik hanya sekitar 600 ribu barel per hari.

“Gap impor yang tinggi ini meningkatkan risiko terhadap ketahanan energi nasional, sehingga perlu langkah diversifikasi pasokan,” kata Herman. (Pon)

#Selat Hormuz #Konflik Israel-Iran #Perang Iran-Israel #Ekonomi #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Amerika Tembak Kapal Menuju Pulau Kharg di Iran, Disebut Langgar Blokade
Sebanyak 180 anggota parlemen Iran mendesak para pemimpin negara tersebut untuk mengumumkan pembatalan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Amerika Tembak Kapal Menuju Pulau Kharg di Iran, Disebut Langgar Blokade
Dunia
Rusia Ogah Bayar Tarif Kapal di Selat Hormuz, Prioritaskan Perlindungan Armada Sendiri
Tarif terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz bertentangan dengan hukum maritim internasional.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Rusia Ogah Bayar Tarif Kapal di Selat Hormuz, Prioritaskan Perlindungan Armada Sendiri
Dunia
Presiden AS Donald Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran jika Kesepakatan Mentok
Trump mengatakan serangan terhadap infrastruktur penting Iran akan dilakukan apabila tidak ada kemajuan dalam negosiasi.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Presiden AS Donald Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran jika Kesepakatan Mentok
Indonesia
Tarif 20 Persen Trump untuk Kargo Selat Hormuz, Komisi I DPR Minta Pemerintah Tenang
Indonesia perlu bersikap tenang sambil mengkaji dampak kebijakan tersebut terhadap kepentingan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Tarif 20 Persen Trump untuk Kargo Selat Hormuz, Komisi I DPR Minta Pemerintah Tenang
Dunia
Baku Tembak Terbaru Rudal AS Vs Iran di Selat Hormuz, Bandar Abbas Membara
Angkatan Laut Iran (IRGC) bentrok dengan pasukan AS di Selat Hormuz. Ledakan mengguncang Bandar Abbas dan kota pesisir Iran. CENTCOM sebut serangan untuk melemahkan kapabilitas Iran.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Baku Tembak Terbaru Rudal AS Vs Iran di Selat Hormuz, Bandar Abbas Membara
Indonesia
Amerika Serikat Tutup Perundingan Dengan Iran
Pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026 yang diklaim Komando Pusat AS sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Amerika Serikat Tutup Perundingan Dengan Iran
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Pemerintah perlu melakukan antisipasi potensi dampak ekonomi, terutama terhadap pasokan energi, biaya logistik, dan aktivitas perdagangan nasional.
Frengky Aruan - Rabu, 15 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Dunia
Hindari Selat Selat Hormuz, Pelabuhan Baru Akan Dibangun di Pesisir Timur Uni Emirat Arab
Pelabuhan kontainer terbesar di kawasan itu, menurun hingga 90-95 persen di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Hindari Selat Selat Hormuz, Pelabuhan Baru Akan Dibangun di Pesisir Timur Uni Emirat Arab
Indonesia
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Proyeksi ini bukan berarti sinyal positif bagi negara Indonesia. Celios melihat situasi ini akan menciptakan ketimpangan ekstrem dengan gap yang sangat jauh.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Indonesia
Prabowo Bertemu Dewan Ekonomi Nasional, Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Transformasi Digital
Presiden Prabowo Subianto menerima Luhut Binsar Pandjaitan dan Dewan Ekonomi Nasional di Bogor. Pertemuan membahas ketahanan ekonomi nasional hingga penyempurnaan GovTech.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Prabowo Bertemu Dewan Ekonomi Nasional, Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Transformasi Digital
Bagikan