MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian COVID-19, Jumat (27/8), hingga pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan sebanyak 12.618.
Dengan penambahan tersebut, total kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 4.056.354.
Penambahan kasus positif hari ini mengalami penurunan dibanding Kamis (26/8) sebanyak 16.899 kasus.
Baca Juga:
Anies Klaim 85 Persen Guru di Jakarta Telah Divaksin COVID-19
Sementara jumlah tes hari ini sebanyak 107.521 orang dengan positivity rate harian mencapai 11,74 persen.
Sementara kasus meninggal dunia pada hari ini 599, sehingga total meninggal menjadi 130.781 orang.
Angka kesembuhan hari ini bertambah 19.290 orang. Total pasien sembuh menjadi 3.689.256 orang.
Sementara kasus aktif hari ini mencapai 236.317 sedangkan suspect 250.014.
Data cakupan pada hari ini terjadi penambahan sebanyak 1.008.021 untuk vaksinasi pertama sehingga total menjadi 60.435.555.
Vaksinasi dosis lengkap terjadi penambahan 763.954 sehingga total menjadi 34.121.203. Pemerintah menetapkan target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, kabar terkini perkembangan COVID-19 di tanah air. Meskipun perkembangan kasus sempat menjulang tinggi, saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik.
"Kita dan juga negara lain di dunia menghadapi tekanan yang berat. Tapi alhamdulillah perkembangan kasus harian di negara kita membaik," kata Jokowi.
Jokowi menceritakan, pada awal Februari, Maret, April, Mei, dan Juni perkembangan kasus di tanah air menurun, bahkan sempat hanya tercatat sekitar 2.633 kasus terkonfirmasi positif per hari.
"Tetapi karena varian Delta, kemudian melompat naik dan di 15 Juli sampai angka 56 ribu," kata Jokowi.
Kala itu, para ahli epidemiologi sempat mewanti-wanti kepada Jokowi perihal hal tersebut. Jika tak segera ditangani, kata dia, bukan tidak mungkin kasus harian bisa mencapai 400 ribu.
"Tapi alhamdulillah setelah berada di titik 56 ribu, kemarin kita berada di angka 18 ribu," kata eks Gubernur DKI Jakarta itu.
Baca Juga:
Bupati dan Pejabat Jember Diduga Terima Honor Pemakaman Pasien COVID-19
Jokowi mengatakan, perkembangan positif kasus turut memberikan dampak positif pada tingkat keterisian rumah sakit (BOR).
Angka BOR yang sempat menembus 92 persen dari total kapasitas, perlahan bisa diturunkan.
"Dulu September tahun lalu pernah mencapai 92 persen. Turun di Mei pertengahan, 18 Mei itu berada di angka 15 persen. Tapi melompat di akhir Juni 2021, 30 Juni bahkan mencapai 91 persen," sebut dia.
"Mungkin diteruskan dua minggu kalau kenaikannya tetap sudah pasti Wisma Atlet pasti kolaps," tegasnya. (Knu)
Baca Juga:
Papua Kedatangan Satu Generator Oksigen untuk Penanganan COVID-19