MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta akan mulai melaksanakan sekolah tatap muka terbatas di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Ada sebanyak 610 sekolah dari swasta dan negeri yang ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, keberanian DKI menggelar PTM karena sebagian besar pengajar sudah mendapati vaksin COVID-19. Sejauh ini sudah lebih dari 80 persen guru sekolah di Jakarta telah menerima vaksin.
Baca Juga
PTM Dimulai Pekan Depan, PSI Minta Anies Prioritaskan yang Sudah Divaksin
"Alhamdulillah, sampai dengan hari ini 85 persen guru di Jakarta sudah tervaksinasi," ujar Anies usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Tabayyun di Taman Vila Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (27/8).
Lebih lanjut, kata dia, 15 persen lainnya yang belum divaksin karena para guru memiliki komorbid atau mempunyai bawaan penyakit yang cukup berat.
"Atau habis penyintas sehingga belum bisa vaksin, tetapi pada waktunya mereka nanti akan mendapatkan vaksin," ucap Anies Baswedan.
Kemudian, Anies juga meminta kepada siswa yang berumur di atas 12 tahun untuk mau mengikuti vaksinasi COVID-19 dan orang tua juga perlu mendorong anaknya mendapat jatah vaksin.
"Kepada anak-anak, selain pakai masker, cuci tangan, izinkan mereka mendapatkan vaksin sehibgga mereka punya perlindungan ekstra," paparnya.
Orang nomor satu di DKI ini menuturkan, ratusan sekolah yang diizinkan gelar tatap muka ini, setelah mereka melawati verifikasi asesmen yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI. Ia juga bilang, sekolah yang laksanakan PTM pekan depan dari semua jenjang sekolah di ibu kota.
"Ada asesmen 1 dan asesmen 2. Asesmen 1 adalah kesiapan secara saran dan prasarana, asesmen 2 adalah kesiapan kepala sekolah, guru dan orang tua," ungkap Anies. (Asp)
Baca Juga
DPR Nilai Pemerintah Lebih Fokus Produksi Vaksin Luar Negeri