Merahputih.com - Deru mesin kendaraan serta hiruk pikuk pusat perbelanjaan di Blok M Square mendadak tegang saat puluhan petugas Satpol PP mulai menyisir setiap sudut-sudut pertokoan.
Area legendaris di Kelurahan Melawai ini menjadi sasaran empuk praktik pungutan ganda oleh oknum juru parkir (jukir) hingga memicu kekesalan pengunjung.
Suasana terik Rabu (1/4) berubah menjadi ajang pembersihan jukir liar guna mengembalikan kenyamanan jantung ekonomi Kota Administrasi Jakarta Selatan tersebut.
Baca juga:
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti menyebut penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas aduan warga terkait pungutan ilegal. Petugas menemukan oknum-oknum tak bertanggung jawab meminta uang tambahan meskipun pengendara sudah membayar tarif resmi.
"Mereka menarik uang parkir, padahal parkir hanya dikenakan satu kali pembayaran secara resmi menggunakan karcis," ujar Nanto Dwi Subekti saat memberikan keterangan di lokasi.
Sanksi BAP dan Penertiban PKL
Penyisiran bersama Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, dan Polri membuahkan hasil berupa penangkapan enam jukir liar.
Para oknum tersebut kedapatan beroperasi pada titik kantong parkir resmi milik pengelola. Penindakan tegas langsung berjalan guna memberikan efek jera terhadap pelaku pelanggaran ketertiban umum.
"Seluruhnya diberikan sanksi berupa berita acara pemeriksaan (BAP) oleh Unit Pengelola (UP) Parkir Dishub. Apabila mengulangi kembali, akan dikenakan sanksi lebih berat," terang Nanto.
Upaya Menjaga Kenyamanan Fasilitas Umum
Selain menyasar tukang parkir tanpa izin, operasi gabungan turut menjangkau tujuh pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang tersebut terbukti melanggar aturan dengan berjualan bukan pada tempat peruntukannya. Langkah ini bertujuan menjaga estetika serta fungsi trotoar agar tetap nyaman bagi pejalan kaki.
Baca juga:
Baru Sepekan Beroperasi, Titik Setop Rute TransJakarta Blok M-Soetta Berubah
Warga setempat, Reza Haryanto mendukung penuh aksi rutin petugas demi memberantas praktik premanisme berkedok parkir. Pengawasan ketat pada area publik sangat krusial mengingat perbedaan antara petugas beratribut resmi dan oknum berpakaian bebas sering kali membingungkan masyarakat.
"Memang ada resmi menggunakan atribut dari pengelola Blok M, tetapi berpakaian bebas ini perlu diawasi lebih ketat," pungkas Reza Haryanto.