Jokowi Prihatin Alat Peringatan Dini Bencana Tidak Dicek Secara Rutin

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 23 Februari 2022
Jokowi Prihatin Alat Peringatan Dini Bencana Tidak Dicek Secara Rutin

Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo. ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo membuka rapat koordinasi Rencana Induk Penanggulangan Bencana tahun 2020-2044.

Ia meminta penanggulangan bencana di wilayah Indonesia dilakukan secara terpadu dan sistematis.

Sebagai negara yang dikelilingi oleh ring of fire (cincin api) dengan wilayah yang sangat luas, Jokowi mengungkapkan Indonesia termasuk dalam 35 negara yang rawan risiko bencana.

Baca Juga:

Tragedi Gas Beracun Dieng, Inspirasi Lagu Wajib Bencana Warga +62

"Indonesia harus menjadi bangsa yang tangguh terhadap bencana," tuturnya ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (23/2).

Ia menegaskan, arah perubahan iklim yang terjadi di berbagai belahan dunia semakin mengerikan.

"Semua negara juga sudah ngeri dan sudah mengalami bencana yang sebelumnya tidak ada, kemudian ada perubahan iklim," kata Jokowi.

Ia menekankan, pembangunan infrastruktur dalam memitigasi risiko bencana. Menurutnya, hal tersebut harus ditingkatkan secara bersama.

"Sebagai misal, vegetasi penghambat ombak tsunami atau taifun," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, terdapat banyak kerugian besar akibat bencana baik dalam jumlah korban maupun material.

Maka itu, Jokowi meminta agar penanggulangan bencana dilakukan secara terpadu, secara sistematik dan rencana induk penanggulangan bencana tahun 2020 - 2044 harus dilaksanakan dengan penuh komitmen penuh tanggung jawab.

Baca Juga:

Ribuan Orang Terdampak Bencana Banjir di Kota Sukabumi

Ia juga prihatin melihat alat peringatan dini bencana (early warning system) tidak dicek secara rutin.

“Jalur evakuasi harus terus disiagakan, instrumen-instrumen peringatan dini harus terus di-upgrade dan dicek secara rutin. Ini yang sering kita tidak disiplin di sini,” kata Jokowi.

Oleh karena itu, ia meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat melakukan pengecekan alat peringatan dini tersebut secara rutin.

Sehingga, dapat berfungsi dengan baik memberikan peringatan kepada masyarakat akan terjadinya bencana, dan dapat meminimalkan kerugian korban jiwa atau material.

“Cek secara rutin,” tegas Jokowi.

Meski tahu pengadaan semua alat peringatan dini bencana ini tidak dilakukan oleh BNPB, Jokowi meminta BNPB terlibat dalam pengecekan dan mengingatkan kementerian/lembaga terkait untuk menjalankan tugasnya.

“Saya minta BNPB ikut terlibat dan mengingatkan kementerian/lembaga terkait untuk menjalankan tugasnya. Karena ini sekali lagi lagi menyangkut keselamatan rakyat,” ujar Jokowi.

Hal itu harus dilakukan karena agenda besar tangguh bencana ini harus dilakukan oleh semua komponen pemerintah dan bangsa.

“Kita rangkul kekuatan dan potensi yang ada di masyarakat, kita wujudkan bangsa yang tangguh terhadap bencana,” tutur pria asal Solo ini.

Mantan Gubernur DKI dan Wali Kota Solo ini menegaskan penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu dan sistematik.

Rencana Induk Penanggulangan Bencana tahun 2020-2044 harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. (Knu)

Baca Juga:

5 Provinsi Paling Banyak Dilanda Bencana

#Presiden Jokowi #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Indonesia
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Prabowo menyiapkan KRI Gajah Mada dari hibah Angkatan Laut Italia sebagai kapal induk helikopter yang mampu menampung 10 helikopter untuk penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Indonesia
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan dan menegaskan pemerintah harus siap sebelum bencana terjadi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Bagikan