Jelang Pilpres AS, Dubes RI: Indonesia dan Amerika Miliki Prinsip yang Sama
Poster calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan petahan Presiden Donald Trump di Provo Utah, 31 Oktober 2020. (USA TODAY Sports/Rick Bowmer)
MerahPutih.com - Jelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11), Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi meyakini bahwa kedua negara akan tetap memiliki hubungan yang erat karena memiliki nilai-nilai kebangsaan yang sama.
“Saya melihat bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memiliki shared norma-norma dan nilai-nilai yang sama, dua bangsa yang mempunyai demokrasi secara terbuka, menjunjung tinggi hukum, memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk mengemukakan pendapat, dan bebas memilih,” kata Dubes Lutfi dalam taklimat media yang diselenggarakan secara daring dari Washington DC, Senin malam waktu Jakarta.
Menurut dia, nilai-nilai yang dimiliki bersama itu menjadikan kedua negara sebagai teman sejati.
Baca Juga:
“Karena nilai dan norma ini, saya merasa Indonesia dan AS akan berdiri sama tinggi baik di kawasan maupun di dunia, sebagai sahabat lama yang baru,” katanya, dikutip Antara.
Indonesia dan Amerika Serikat memiliki kedekatan yang baik, lanjutnya, yang tercermin dalam dua pencapaian terbaru kerja sama kedua negara.
Pencapaian pertama yakni kedekatan Kementerian Pertahanan Indonesia dan AS yang telah tercapai dengan hadirnya Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di AS beberapa waktu lalu.
Kerja sama antara kedua Kementerian Pertahanan dianggap penting dalam pembicaraan terkait keamanan regional.
Adapun pencapaian kedua adalah perpanjangan fasilitas bebas tarif bea masuk (generalized system of preference/GSP) untuk produk-produk ekspor Indonesia oleh AS.
“GSP yang sudah 2,5 tahun (proses tinjauan) di saat-saat terakhir ini tembus dan kita dapat closure. Ini saya yakin karena kedekatan yang baik,” ujarnya.
Baca Juga:
Dia menambahkan bahwa siapa pun kandidat yang terpilih sebagai Presiden AS nanti, pihaknya akan terus mempererat hubungan Indonesia dan AS, terutama di bidang perdagangan dan investasi.
“Siapa pun presiden AS yang terpilih, baik dari Partai Demokrat yaitu Joe Biden, ataupun Presiden Trump dari Partai Republik, yang sudah dibuktikan oleh beliau banyak sekali terobosan-terobosan Indonesia yang bisa dijalankan, saya akan berusaha sekuat tenaga memastikan bahwa tingginya perdagangan akan mendatangkan investasi,” paparnya. (*)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa