MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif buka suara menyikapi pulangnya Ketua DPR Setya Novanto dari RS Premier Jatinegara, pada Senin (2/10) malam.
Laode berharap setelah kondisinya dinyatakan membaik, Ketua Umum DPP Partai Golkar itu bisa memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah.
Mengingat, meski sudah bebas dari status tersangka kasus e-KTP, Setnov masih bakal dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.
"Jadi kalau beliau sudah sehat diharapkan, ya apabila kalau misalnya dimintai keterangan oleh pihak KPK itu bisa hadir," kata Laode kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/10).
Meski demikian, Laode enggan menjelaskan soal penyakit yang diderita Setnov meskipun tim penyidik dan dokter KPK telah melakukan pemeriksaan langsung beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa catatan medis seseorang tak boleh dibuka kepada publik.
"Ya, itu semua kan namanya dengan medical record atau itu kan itu semuanya nggak boleh dibuka untuk umum kan?" Ungkap Laode.
Diketahui, Setnov dirawat di RS Premier Jatinegara sejak dua pekan silam atau saat jadwal panggilan kedua dilayangkan KPK kepadanya untuk diperiksa dalam kasus e-KTP sewaktu ia masih berstatus tersangka.
Di rumah sakit itu, Setnov disebut menjalani operasi pada jantungnya. Sebelum dirawat di RS Premier Jatinegara, Setnov lebih dulu menjalani perawatan di RS Siloam sepekan sebelumnya atau saat jadwal pemanggilan pertama oleh KPK.
Pulangnya Setnov dibenarkan oleh Humas RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Sukandar. Ia mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar itu keluar dari RS sekitar Pukul 20.00 WIB dengan dikawal Patwal Kepolisian.
"Benar, Pak Setya Novanto dirawat di RS Premier Jatinegara selama kurang lebih dua minggu. Tadi malam sekitar Pukul 20.00 WIB Pak Setya Novanto sudah pulang," kata dia. (Pon)
Baca juga berita terkait pemanggilan kembali Setnov di: KPK Perpanjang Masa Pencegahan Bepergian Setnov

