MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengirimkan pesan melalui video kepada pelaku penyerangannya yang hingga kini belum berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.
Dalam rangkaian video tersebut, Novel menegaskan, aksi penyiraman air keras terhadap dirinya tidak akan menyurutkan langkahnya memberantas korupsi yang sudah akut di republik ini.
"Harapan orang-orang yang telah berupaya menyerang saya untuk memendam, menghentikan langkah-langkah korupsi, saya ingin menunjukkan bahwa harapan orang-orang itu akan sia-sia," kata Novel dalam video tersebut.
Tak hanya itu, Ketua Satgas kasus e-KTP ini juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggota KPK dan masyarakat untuk tidak berhenti berjuang memberantas korupsi.
"Terutama pemuda Indonesia, yang dengan begini, kita berharap ke depan kita semakin kuat, semakin perhatian dengan kepentingan negara dan bangsa dan kepentingan orang banyak," tegasnya.
Dalam video tersebut, Novel juga menjelaskan bahwa kondisi matanya masih perlu waktu untuk pemulihan. Selain itu, mata kirinya juga perlu dioperasi untuk menyelesaikan proses penyembuhan.
Terhitung, sudah 105 hari Novel mengalami penyiraman air keras di wajahnya. Namun, sampai hari ini, pelaku penyiraman masih juga belum tertangkap.
Sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal. Kejadiannya, saat Novel pulang dari salat subuh, pada Selasa (11/4).
Menurut istri Novel, suaminya disiram air keras di dekat rumah. Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menoleh ke belakang.
Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata dan menyebabkan Novel harus dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Novel dalam kondisi sadar.
Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).
Akibat penyiraman tersebut, Novel sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading dan Jakarta Eye Center (JEC), Menteng.
Kemudian, pada Rabu (12/4), yang bersangkutan dibawa ke Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif. (Pon)
Baca berita terkait kasus penyerangan terhadap Novel lainnya di: Ini Harapan KPK Pasca 100 Hari Penyerangan Novel Baswedan