Ini Langkah Pemerintah Hadapi Ledakan Penduduk Usia Produktif

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 12 September 2017
Ini Langkah Pemerintah Hadapi Ledakan Penduduk Usia Produktif

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Dr Wendy Hartanto. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penduduk usia produktif di Indonesia diprediksi akan meningkat tajam pada 20 tahun mendatang. Hal ini bisa membawa dampak negatif pada negara Indonesia jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah melalui BKKBN telah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Dr Wendy Hartanto mengatakan, BKKBN memilih pendekatan keluarga untuk meningkatkan kualitas seseorang. Caranya dengan membangun keluarga berkualitas.

"Perlu ada transformasi melalui keluarga, karena pembangunan keluarga sangat penting untuk memengaruhi kualitas penduduk," kata Wendy di Auditorium Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta, Selasa (12/9).

Karena itu, kata dia, BKKBN menyelenggarakan berbagai program pembangunan keluarga untuk mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas yang dapat menjadi tulang punggung pembangunan nasional di masa mendatang.

Selain itu, BKKBN juga terus menekan jumlah anak agar menghasilkan generasi yang berkualitas.

"Tujuannya bukan hanya membatasi anak secara kuantitas, tapi supaya setiap anak bisa dididik dengan baik, punya kesehatan baik, sehingga anak-anak tumbuh menjadi penduduk yang berkualitas," katanya.

Dengan begitu diharapkan, saat terjadi bonus demografi, kaum produktif bisa mendapatkan pekerjaan sehingga bisa menopang keluarganya yang sudah nonproduktif.

"Kalau kita bayangkan seperti dalam sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang dengan tiga orang yang bekerja, maka keluarga tersebut bisa mendapat pemasukan lebih banyak, bisa punya tabungan, atau mencicil rumah, sementara kalau hanya satu orang yang bekerja harus menanggung istri dan tiga orang anak akan lebih sulit," kata Wendy.

Sebelumnya, BKKBN meresmikan Pojok Kependudukan di SMA Bopkri Yogyakarta, Senin (11/9) kemarin. Pojok Kependudukan bertujuan untuk menyosialisasikan dan serta mengajak generasi muda untuk mengetahui permasalahan kependudukan dan bisa mencari solusinya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya pada artikel: Cara Unik BKKBN Kenalkan Masalah Kependudukan Ke Pelajar

#BKKBN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Raker Mendukbangga BKKBN dengan Komisi IX DPR bahas Darurat Stunting
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 24 Juni 2026
Raker Mendukbangga BKKBN dengan Komisi IX DPR bahas Darurat Stunting
Indonesia
Kemendukbangga Buka Layanan Aduan Daycare Bermasalah
Hingga saat ini sudah ada 3.200 Tamasya dalam binaan Kemendukbangga/BKKBN yang memang operasionalnya telah sesuai dengan standar, dilengkapi pengasuh yang telah tersertifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 April 2026
Kemendukbangga Buka Layanan Aduan Daycare Bermasalah
Indonesia
Penyuluh Keluarga Bakal Dapat Motor, Tugas Sukseskan MBG Bagi Ibu Hamil dan Menyusui
Bantuan motor tersebut, kemungkinan akan berupa motor listrik untuk mempermudah mobilitas para penyuluh untuk mendistribusikan MBG.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 25 November 2025
Penyuluh Keluarga Bakal Dapat Motor, Tugas Sukseskan MBG Bagi Ibu Hamil dan Menyusui
Indonesia
BKKBN Suntik Rp330 Miliar Hanya untuk Pil dan Kondom, Kontrasepsi Harus Jadi Hak Mutlak
Wihaji mempertegas bahwa isu kontrasepsi adalah bagian integral dari kebijakan besar untuk mewujudkan bangsa yang sehat dan berdaya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Oktober 2025
BKKBN Suntik Rp330 Miliar Hanya untuk Pil dan Kondom, Kontrasepsi Harus Jadi Hak Mutlak
Indonesia
1 dari 5 Anak di Indonesia Tumbuh Tanpa Peran Ayah
Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, tetapi, dalam proses pengasuhan, peran ayah seringkali terlupakan atau dianggap sekadar sebagai pencari nafkah.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 Juli 2025
1 dari 5 Anak di Indonesia Tumbuh Tanpa Peran Ayah
Indonesia
Ikuti Saran Ulama, BKKBN: Program Vasektomi Tidak Boleh Dikampanyekan
BKKBN pastikan mengikuti aturan ulama melalui fatwa MUI tahun 2012 tentang Vasektomi
Wisnu Cipto - Senin, 05 Mei 2025
 Ikuti Saran Ulama, BKKBN: Program Vasektomi Tidak Boleh Dikampanyekan
Indonesia
Vasektomi Jadi Syarat Terima Bansos, BKKBN Ikuti Pedoman 5 Poin Syarat Fatwa MUI
Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV menyatakan vasektomi haram, kecuali memenuhi persyaratan tertentu.
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Mei 2025
Vasektomi Jadi Syarat Terima Bansos, BKKBN Ikuti Pedoman 5 Poin Syarat Fatwa MUI
Lifestyle
Konsumsi Pil KB Diklaim Tidak Mengurangi Air Susu Ibu Menyusui
Ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif selama 0-6 bulan selain mencegah anak stunting juga bisa menekan hormon kesuburan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Agustus 2024
Konsumsi Pil KB Diklaim Tidak Mengurangi Air Susu Ibu Menyusui
Indonesia
Kesehatan Mental Jadi Faktor Tingkat Perceraian di Indonesia Sangat Tinggi
Peningkatan kasus perceraian di Tanah Air terjadi sejak 2015. Sebab pada tahun 2010 angkanya masih 200 ribu per tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Juni 2024
Kesehatan Mental Jadi Faktor Tingkat Perceraian di Indonesia Sangat Tinggi
Indonesia
BKKBN: Silakan Punya Anak di Usia 25-30 Tahun
Perempuan yang hamil terlalu muda (di bawah 21 tahun) tulang tidak berkembang
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 Mei 2024
BKKBN: Silakan Punya Anak di Usia 25-30 Tahun
Bagikan