#IndonesiaTerserah Menggema di Dunia Maya, Pengamat: ini Menghimpun Semua Kekesalan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2020
#IndonesiaTerserah Menggema di Dunia Maya, Pengamat: ini Menghimpun Semua Kekesalan

Ray Rangkuti, Pemikir politik Lingkar Madani Indonesia (Foto: Antarafoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tagar #IndonesiaTerserah jadi salah satu topik yang belakangan ini ramai diperbincangan oleh publik.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, tagar itu muncul untuk merespon kinerja pemerintah dalam menanggulangi wabah COVID-19.

Baca Juga:

MPR Soroti Perbedaan Data Korban COVID-19 antara BNPB dan Kemenkes

"Tagar ini menghimpun semua keluh kesah, kekesalan, kebingungan serta sekalian kepasrahan," kata Ray kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (20/5).

Tentu saja, nuansa emosi dari tagar ini bisa beragam. Dari yang sekedar kritik lunak bahkan mungkin sampai pada taraf kecewa sangat. "Tagar ini menggambarkan sesuatu yang objektif dalam masyarakat," imbuh Ray.

Tak bisa dipungkiri, kinerja pemerintah dalam menghadapai COVID-19 ini antara ada dan tiada. Ada hanya ketika membuat aturan. Tapi seperti tidak ada jika berhubungan dengan apakah aturan itu dilaksanakan di lapangan atau tidak.

"Banyak aturan, bahkan kadang saling tabrakan, tapi hampir semua aturan itu seperti tidak berwujud dalam realitasnya. Bukan saja karena publiknya yang mungkin kurang patuh, tapi tak jarang malah pokok soalnya adalah elit politik yang seperti tidak satu pandangan dan suara dalam menjalankan aturan yang dibuat,"jelas Ray.

Bahkan sikap dan pernyataan presiden juga ikut membantu ketidakjelasan aturan dimaksud. Sebut saja dengan pernyataan presiden yang terakhir yang menyebut PSBB tetap dan tidak ada pelonggaran.

Tapi beberapa ketentuan yang menunjang PSBB malah dibolehkan. Misalnya mudik, transportasi yang dilonggarkan, mall dan pasar yang mulai dibuka kembali.

Pengamat politik Ray Rangkuti pertanyakan kewibawaan Presiden Jokowi dalam menangani Covid-19
Pengamat Politik Ray Rangkuti (Foto: Facebook/Ray Rangkuti)

Akibatnya, makin banyak warga yang merasa bahwa pemerintah seperti tidak sedang menanggulangi wabah covidnya, tapi lebih sibuk membenahi sektor ekonominya.

"Dan ujung dari pandangan ini adalah sikap pasrah, dan kemudian tidak peduli pada himbauan, sikap, pernyataan, bahkan aturan dari pemerintah sendiri. Kepasrahan yang tidak peduli itulah yang tercermin dalam kata "terserah"," ungkap Ray.

Tentu saja, jika Presiden Joko Widodo menghayati betul suasana batin rakyat Indonesia ini, lebih dari cukup untuk mengingatkan beliau agar lebih terlihat fokus menghadapi wabah covid ini.

Makin ia terkesan hanya bermain kata, akan makin banyak kegusaran terhimpun. "Pak Jokowi mestinya menyadari makin sulit bagi pemerintahannya saat ini menghimpun kerelawanan masyarakat," ungkap Ray.

"Absennya kerelawanan partisipasi masyarakat terhadap berbagai langkah pemerintah, akhir-akhir ini, cukup jadi isarat bahwa masyarakat bisa juga bersikap tidak peduli pada pemerintahan Jokowi," tutup Ray.

Seperti diketahui, topik itu muncul di antaranya setelah dibagikan oleh para tenaga medis yang seolah sudah "terserah" dengan segala sikap masyarakat yang cenderung dinilai abai dengan penyebaran wabah virus corona.

Baca Juga:

Menag Keluarkan Edaran Tawarih di Rumah dan Salat Id Berjamaah Ditiadakan

Hal ini terlihat usai viral adanya kerumunan saat penutupan McD Sarinah dan adanya keramaian di terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (15/5) lalu.

Beberapa menganggap unggahan topik tersebut sebagai bentuk kekecewaan para tenaga medis kepada Pemerintah yang tidak tegas serta masyarakat yang dianggap abai terhadap Covid-19. (Knu)

#COVID-19 #Ray Rangkuti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Ray mencontohkan kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan