Ikutan Tren, Begini Cara Bikin Twitter Wrapped 2022

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 12 Desember 2022
Ikutan Tren, Begini Cara Bikin Twitter Wrapped 2022

Begini cara bikin Twitter Wrapped. (Foto: Dok/Floom.app)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDAK mau ketinggalan oleh salah satu streaming music digital Spotify, memasuki pengujung tahun ini para pengguna media sosial Twitter diramaikan oleh Twitter Wrapped. Seperti namanya ini merupakan rangkuman kata yang sering dicuitkan pengguna Twitter sepanjang 2022.

Twitter Wrapped semakin populer usai banyak pengguna aplikasi tersebut menggungah graffiti dari rangkuman cuitan mereka di Twitter. Dengan menggunakan Twitter Wrapped kamu bisa melihat ada kata apa saja yang kerap kamu gunakan di Twitter.

Baca juga:

Twitter Konfirmasi Spaces Versi Web Browser Dekstop

Banyak bentuk yang bisa kalian coba di Twitter Wrapped. (Foto: Tangkapan layar/floom.app)

Cara membuat Twitter Wrapped cukup mudah. Kamu hanya perlu mengaksesnya melalui laman floom.app. kemudian lihat dalam akun Twitter pribadimu ada kata apa yang kerap kamu cuitkan sepanjang 2022 ini.

Dilansir dari berbagai sumber, Floom.app adalah pengembang microservices atau layanan API di aplikasi. Layanan ini tidak berafiliasi maupun bagian dari Twitter. Bukan hanya warna biru khas media sosial ini, latar belakang Twitter Wrapped juga menyajikan warna lain, seperti hitam, merah, kuning, dan hijau.

Adapun syarat untuk membuat Twitter Wrapped ini yaitu pengguna harus mengubah pengaturan akun Twitter menjadi publik atau tidak boleh dalam mode privat. Berikut langkah-langkahnya.

1. Pertama, buka situs lama dari floom.app

2. Lalu, masukan username aku Twitter kamu dengan menggunakan @

3. Pilih warna background yang ingin digunakan pada Twitter Wrapped

4. pilih bentuk atau shape Twitter

5. selanjutnya klik ‘order for free

6. floom.app selanjutnya akan membuat rangkuman dari cuitan yang pernah diunggah oleh pengguna

Baca juga:
Twitter Uji Coba Fitur Hapus Tag dari Tweet Pengguna Lain

Sudah banyak yang mencoba Twitter Wrapped. (Foto: Unsplash/Claudio)

Sebelumnya pada 2021 kemarin, Twitter meluncurkan sebuah proyek bertajuk Birdwatch sebagai eksperimen baru yang meminta pengguna untuk mengindetifikasi apakah sebuah cuitan menyesatkan atau tidak.

Pada masa uji coba, tercatat ada sekitar 10 ribu kontributor yang tergabung dalam Birdwatch. Hasil dari program itu bisa dilihat di situs web terpisah, yakni https://twitter.com/i/birdwatch.

Saat ini, fitur Birdwatch sudah bisa dilihat secara umum oleh sejumlah pengguna di Amerika Serikat. Dengan fitur itu, pengguna bisa mengecek sebuah cicitan menyesatkan atau tidak. Kendati fitur ini hanya baru tersedia di Amerika, Twitter mengatakan akan memperluas Birdwatch ke pengguna lainnya di sejumlah negara. (far)

Baca juga:

Twitter Luncurkan Shop Module, Fitur Belanja Langsung dari Aplikasi

#Twitter #Media Sosial #Tren Media Sosial
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Indonesia
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Masifnya sebaran di media sosial membuat banyak warga telanjur mempercayai foto tersebut sebagai peristiwa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Penggunaan media sosial harus diatur dengan baik demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas viralnya Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Fun
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Friendster bangkit kembali dan kini tersedia di iPhone. Dibeli Mike Carson, platform ini hadir dengan konsep relasi unik tanpa algoritma.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Dunia
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Norwegia negara terbaru yang berupaya melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Indonesia
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
YouTube Indonesia resmi patuhi aturan pemerintah dengan batas usia minimum 16 tahun dan penghapusan iklan untuk anak dan remaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
Bagikan