IDI Apresiasi Dukungan Pemerintah Soal Penyaluran Insentif COVID-19 untuk Nakes

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 17 Mei 2022
IDI Apresiasi Dukungan Pemerintah Soal Penyaluran Insentif COVID-19 untuk Nakes

Tenaga kesehatan. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 telah lebih dari dua tahun melanda seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Hingga akhir tahun 2021 lebih dari 83 persen insentif tenaga kesehatan seluruh Indonesia telah disalurkan dari total anggaran insentif tenaga kesehatan sebesar Rp 9,8 triliun, insentif ini juga masih dilanjutkan pada tahun 2022 dengan anggaran total Rp12 triliun.

Atas kerja keras dalam penanganan pandemi COVID-19 Pemerintah Indonesia berterima kasih kepada para tenaga medis salah satunya dengan memperpanjang waktu insentif pajak terhadap barang untuk penanganan pandemi COVID-19 dan pajak penghasilan atau PPh bagi tenaga kesehatan hingga 30 Juni 2022.

Baca Juga:

COVID-19 Terkendali, KSP: Skema Menuju Endemi Semakin Dekat

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia PB IDI, Adib Khumaidi, menyampaikan terima kasih atas insentif COVID-19 yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia.

“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Indonesia pada tenaga medis yang sudah berjuang selama 2 tahun ini, terima kasih Pak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto!,” ujar Adib Khumaidi 16/5.

Adib menyatakan kesuksesan penanganan pandemi COVID-19 tentu tidak lepas dari peran pemerintah baik pusat melalui KPC-PEN yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartaro, maupun pemerintah daerah dan garda terdepan yakni tenaga medis.

Situs resmi www.nakes.laporcovid19.org melansir sepanjang pandemi COVID-19 jumlah tenaga kesehatan Indonesia yang gugur melawan COVID-19 ialah sejumlah total 2.087 tenaga kesehatan meliputi 751 orang dokter, 670 orang perawat, 398 bidan disusul oleh tenaga kesehatan lainnya.

Wisma Atlet. (Foto: Antara)
Wisma Atlet. (Foto: Antara)

Data dari Satgas COVID-19 yang dilansir situs www.covid19.go.id per-tanggal 15 Mei 2022 mencatatkan selama pandemi melanda negeri ini sejak Maret 2020, jumlah kasus COVID-19 dikonfirmasi sebanyak 6.050.776 kasus positif dengan 5.889.534 kasus sembuh.

"Jumlah kasus aktif COVID-19 mengalami penurunan yang signifikan yakni 4.784 kasus aktif dengan total meninggal dunia sebesar 156.458 kasus," ujar Adib.

Data yang juga cukup membuat lega ialah capaian target vaksinasi nasional yang kini telah mencapai 199.604.493 dosis vaksin ke-1, 166.252.348 dosis vaksin ke-2 dan juntuk vaksin booster atau vaksin ke-3 telah mencapai 42.666.345 dosis vaksin dari target sasaran vaksinasi nasional yakni 208.265.720 dosis vaksin.

Keberhasilan Pemerintah dalam menangani pandemi tercermin dari data konfirmasi kasus COVID-19 yang terus menurun, namun demikian Pemerintah maupun tenaga medis tetap meminta masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dan melakukan booster vaksin agar kasus COVID-19 di Indonesia terus terkendali. (Pon)

Baca Juga:

KTT Global COVID-19 ke-2 Fokus Pada Pencegahan Bencana di Masa Depan

#COVID-19 #Tenaga Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
"Yang di PPPK, saya mendapatkan laporan sebenarnya sudah lebih tinggi daripada rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di Rumah Sakit Pondok Indah,"
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Maret 2026
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
Indonesia
DPRD DKI Soroti Gaji Nakes tak Naik 10 Tahun, Gubernur Pramono: Masak Sih?
Pramono mengatakan para nakes yang berstatus PPPK telah memiliki gaji yang lebih tinggi ketimbang mereka yang bekerja di mayoritas rumah sakit swasta.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
DPRD DKI Soroti Gaji Nakes tak Naik 10 Tahun, Gubernur Pramono: Masak Sih?
Indonesia
Anggota DPRD DKI kembali Desak Gubernur Pramono Naikkan Gaji Nakes
Nakes di Jakarta memikul beban kerja 2 sampai 3 kali lebih besar daripada yang semestinya.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Anggota DPRD DKI kembali Desak Gubernur Pramono Naikkan Gaji Nakes
Indonesia
UMP Naik, Pemprov DKI Harus Evaluasi Gaji Tenaga Kesehatan
Sudah 10 tahun upah nakes di Jakarta belum mengalami kenaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
UMP Naik, Pemprov DKI Harus Evaluasi Gaji Tenaga Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Prabowo Janjikan Pendidikan Dokter, Perawat, Paramedis Dibiayai Negara dengan Beasiswa Penuh
Prabowo mengungkapkan pemerintah akan melakukan ekspansi besar-besaran pada fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Prabowo Janjikan Pendidikan Dokter, Perawat, Paramedis Dibiayai Negara dengan Beasiswa Penuh
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Indonesia
Skandal Nakes di Sukabumi, Puan Maharani Tegaskan Dunia Kesehatan Tak Boleh Ternodai Narkoba
Puan menyebut, butuh komitmen bersama untuk memberantas narkoba, terutama di kalangan tenaga medis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Agustus 2025
Skandal Nakes di Sukabumi, Puan Maharani Tegaskan Dunia Kesehatan Tak Boleh Ternodai Narkoba
Bagikan