Hujan Meteor Geminid, Fenomena Langit Terbaik di Akhir 2021

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Desember 2021
Hujan Meteor Geminid, Fenomena Langit Terbaik di Akhir 2021

Menurut NASA Hujan Meteor Geminid terbaik karena cerah, cepat, dan berlimpah. (Foto: earth)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HUJAN meteor Geminid yang menerangi langit Senin malam hingga Selasa pagi (14/12), menjadi fenomena langit terbaik di akhir 2021. NASA menyebut fenomena ini sebagai salah satu yang terbaik karena meteornya yang cerah, cepat, dan berlimpah.

Pada puncaknya pada pukul 2 pagi, di mana pun kamu berada, hujan itu menghasilkan lebih dari 50 meteor per jam, menurut EarthSky. Namun, langit gelap optimal untuk melihat hujan meteor dan bulan menyala sekitar 77 persen selama puncaknya, menjadikannya sulit dilihat.

Baca juga:

Ada Bayangan Hitam di Foto Planet Bumi, Fenomena Apa Ini?

Hujan Meteor Geminid, Fenomena Langit Terbaik di Akhir 2021
Geminid diberi nama untuk konstelasi Gemini, di mana meteor tampaknya berasal. (Foto: abcotvs)

Bulan akan mulai terbenam dan tidak terlalu mengganggu jarak pandang mulai pukul 2 pagi hingga fajar. NASA mengatakan Geminid dapat dilihat di seluruh dunia, tetapi belahan bumi utara memiliki visibilitas terbaik.

Tidak perlu repot-repot menggunakan teleskop karena akan membatasi pandangan ke langit. Mata telanjang adalah instrumen terbaik untuk melacak bintang jatuh ini.

Jika kamu gagal melihatnya, itu mungkin karena kurang lama mencari. Hujan meteor terjadi secara sporadis sehingga untuk dapat melihatnya, kamu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menemukannya.

Selain itu, jika kamu mencoba melihatnya dari kota mungkin tidak akan terlalu beruntung. Cahaya bulan memang tidak dapat kamu kendalikan, tapi dengan menjauh dari lampu kota kamu mendapatkan visibilitas yang lebih baik.

Geminid diberi nama untuk konstelasi Gemini, di mana meteor-meteor tersebut tampaknya berasal.

Baca juga:

Kawah Meteorit Berusia 100 Juta Tahun di Australia

Hujan Meteor Geminid, Fenomena Langit Terbaik di Akhir 2021
Menjauh dari kota untuk dapat melihat hujan meteor dengan lebih jelas. (Foto: dpa)

Meteor adalah puing-puing dari komet batu 3200 Phaethon. Phaethon sulit untuk didefinisikan karena memiliki kualitas komet dan asteroid, menurut NASA. Komet batu mengorbit sangat dekat dengan matahari dan mendapatkan namanya dari karakter dalam karakter mitologi Yunani yang mengendarai kereta dewa matahari Helios.

NASA juga menyiarkan langsung langit malam melalui kamera meteor di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA di Huntsville, Alabama, pada pukul 9 malam waktu setempat. Jadi untuk kamu yang tidak nyaman menunggu di luar rumah pada tengah malam, menonton streaming hujan meteor dari rumah merupakan pilihan terbaik.

Menurut panduan hujan meteor EarthSky di 2021, hujan meteor Ursid akan menjadi yang berikutnya dan terakhir tahun ini pada 22 Desember. Namun, hujan meteor ini tidak sebesar Geminid. (aru)

Baca juga:

Baikal Zen, Fenomena Batuan Mengambang di Atas Air

#Fenomena Alam #Meteor #Meteor Jatuh #Astronomi #NASA
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Profil Bayu Risanto SJ, Ilmuwan Atmosfer Asal Bogor Diabadikan Jadi Nama Asteroid
Sejak Juli 2024, Bayu Risanto SJ bergabung dengan Vatican Observatory, lembaga riset astronomi tertua di dunia.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Profil Bayu Risanto SJ, Ilmuwan Atmosfer Asal Bogor Diabadikan Jadi Nama Asteroid
Indonesia
40 Nama Asteroid Tokoh Yesuit, Ada Pendiri SJ dan Terbaru Bayu Risanto Asal Indonesia
Ilmuwan sekaligus imam Yesuit asal Indonesia, Christoforus Bayu Risanto, SJ, resmi diabadikan sebagai nama sebuah asteroid.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
40 Nama Asteroid Tokoh Yesuit, Ada Pendiri SJ dan Terbaru Bayu Risanto Asal Indonesia
Indonesia
Bayu Risanto Imam Yesuit Indonesia Diabadikan Jadi Nama Asteroid di Orbit Mars dan Jupiter
Christoforus Bayu Risanto SJ, imam Yesuit asal Indonesia, resmi diabadikan sebagai nama asteroid yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Bayu Risanto Imam Yesuit Indonesia Diabadikan Jadi Nama Asteroid di Orbit Mars dan Jupiter
Indonesia
Ramai Isu Air Sinkhole Berkhasiat di Limapuluh Kota, Badan Geologi Beri Peringatan
Fenomena sinkhole muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Ramai Isu Air Sinkhole Berkhasiat di Limapuluh Kota, Badan Geologi Beri Peringatan
Indonesia
Dentuman Kilat Merah di Cianjur Bukan Gempa, BMKG Duga Buatan Manusia
PVMBG membenarkan adanya fenomena dentuman keras disertai kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur, Jawa Barat, Senin (5/1) malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Dentuman Kilat Merah di Cianjur Bukan Gempa, BMKG Duga Buatan Manusia
Indonesia
Tiket Planetarium Cepat Habis, Pramono Bakal Tambah Sistem Penjualan On the Spot
Tiket masuk Planetarium kini cepat habis. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan mengubah sistem penjualan secara on the spot (OTS).
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Tiket Planetarium Cepat Habis, Pramono Bakal Tambah Sistem Penjualan On the Spot
Fun
3I/ATLAS: Komet dari Galaksi Lain yang Baru Saja Mendekati Bumi
Interstellar comet 3I/ATLAS milik NASA melintas dekat Bumi. Berasal dari luar tata surya dan diperkirakan berusia hingga 7 miliar tahun.
ImanK - Minggu, 21 Desember 2025
3I/ATLAS: Komet dari Galaksi Lain yang Baru Saja Mendekati Bumi
Indonesia
Bulan Raksasa Sambangi Langit Indonesia: Supermoon Cold Moon Puncak di 4 - 5 Desember 2025
Supermoon Cold Moon akan menghiasi langit Indonesia pada 4–5 Desember 2025, muncul 14% lebih besar dan 30% lebih terang. Simak waktu terbaik untuk mengamatinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
Bulan Raksasa Sambangi Langit Indonesia: Supermoon Cold Moon Puncak di 4 - 5 Desember 2025
Indonesia
Geger Fenomena Tanah Bergerak Ngarai Sianok, Ini Dia Biang Keladinya!
Kawasan Ngarai Sianok berada dalam pengaruh segmen aktif Patahan Besar Sumatera atau Sesar Semangko.
Wisnu Cipto - Senin, 24 November 2025
Geger Fenomena Tanah Bergerak Ngarai Sianok, Ini Dia Biang Keladinya!
Indonesia
Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem 37,6 Derajat Celcius, BMKG: Radiasi Matahari Capai Titik Maksimal
Wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua menerima penyinaran matahari yang lebih intens.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Oktober 2025
Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem 37,6 Derajat Celcius, BMKG: Radiasi Matahari Capai Titik Maksimal
Bagikan