Hasto Bicara Capres PDIP di Pilpres 2024

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 10 Januari 2022
Hasto Bicara Capres PDIP di Pilpres 2024

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kedua kiri) dalam konferensi pers usai perayaan HUT PDIP Ke-49 yang dilakukan secara daring, Senin (10/1). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PDI Perjuangan (PDIP) enggan terburu-buru dalam menentukan calon presiden pada Pemilu 2024. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu memilih menunggu waktu yang tepat untuk menentukan capres pilihan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi pertanyaan awak media dalam konferensi pers usai perayaan HUT PDIP Ke-49 yang dilakukan secara daring, Senin (10/1).

"Kami adalah partai yang bergerak bersama rakyat dengan turun ke bawah sebagai senjata paling efektif dalam pemilu, seperti yang disampaikan dalam pidato Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) tadi. Sehingga segala sesuatu ada tahapannya," kata Hasto.

Baca Juga:

Survei PSI: Masyarakat Pilih Airlangga Hartarto jika Pilpres Digelar Hari Ini

Hasto mengatakan, partainya memutuskan segala sesuatu dengan mempertimbangkan skala prioritas. Menurutnya, dengan adanya varian baru COVID-19 Omicron menjadi prioritas PDIP terlebih dahulu.

"Kalau siapa yang mau jadi presiden, wakil presiden itu keyakinan PDI Perjuangan berdasarkan ideologi Pancasila itu selalu ada campur tangan dari Tuhan. Tapi PDI Perjuangan terus mempersiapkan diri, menggembleng diri terus menerus," ungkapnya.

Politikus asal Yogyakarta ini juga menegaskan, keputusan terkait capres yang akan diusung oleh PDIP berada di tangan Megawati selaku Ketua Umum.

"Karena sekali mengambil keputusan, ya itulah yang harus dijalankan. Sehingga urusan pilpres kami tidak grusa grusu dengan calon. Karena semuanya ada tahapannya," imbuhnya.

Baca Juga:

Elektoral Partai Politik Tergantung Peta Koalisi Pilpres

Hasto melanjutkan, saat ini pemilihan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berlangsung. KPU juga belum menetapkan jadwal Pilpres.

"Tapi ketika KPU memutuskan dalam seminggu ini, kami sudah bersiap. Karena kami taat perundang-undangan, apalagi terhadap seorang presiden itu ada hitung-hitungannya, ada kalkulasi politik, ada upaya membangun kerja sama dengan partai lain, ada dialog," sambungnya.

Selain itu, Hasto mengatakan, partainya juga ingin agar capres yang diusung PDIP ada kesinambungan dengan Presiden Jokowi. Sehingga nanti, Jokowi memberikan masukan kepada Megawati agar arah ke depan pemerintahan ini senapas.

"Tidak bisa presiden ke depan punya orientasi yang berbeda memindahkan ibu kota di suatu tempat antah berantah, itu enggak bisa, harus senapas. Itulah yang dilakukan Ibu Mega dan sambil menunggu itu, partai terus melakukan langkah konsolidasi," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

Pilpres 2024 Masih Jauh, Relawan Mulai Genit Usung Capres

#PDIP #Partai Politik #Pilpres #Hasto Kristiyanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Bagikan