Hary Tanoe Bicara soal Target Perindo di Pemilu 2024
Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo saat ditemui wartawan di kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (1/8) siang WIB. Foto: MP/Ponco
MerahPutih.com - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/8).
Hary Tanoesoedibjo memimpin langsung jajaran perwakilan DPP Perindo mekakukan pendaftaran di gedung KPU. Dia didampingi Sekjen Perindo, Ahmad Rofiq dan Wakil Ketua Umum Perindo Syafril Nasution, Boyke Novrizon dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
Baca Juga
Daftar Pemilu 2024, Pengurus dan Kader PDIP Targetkan Cetak Hattrick
Usai mendaftarkan Perindo, Hary Tanoe menyatakan pihaknya menargetkan minimal 60 kursi di parlemen pada Pemilu 2024.
“Jadi target perindo tahun 2024 memperoleh kursi DPR minimal 60 kursi, jadi sudah double digit ya sudah tidak single digit lagi, di atas 10 persen,” kata Hary kepada awak media.
Baca Juga
Ribuan Pendukung Partai Padati Gedung KPU hingga Picu Kemacetan
Mengenai koalisi, Hary mengatakan, pihaknya belum bisa berbicara banyak. Ia hanya memastikan Perindo akan menjajaki koalisi dengan semua parpol.
“Semua dijajaki. Kami bertekad untuk melaksanakan dan berjuang semaksimal mungkin agar Partai Perindo bisa membangun Indonesia lebih baik lagi," pungkasnya. (Pon)
Baca Juga
Surat Megawati Diserahkan ke KPU, PDIP Resmi Daftar Pemilu 2024
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan