Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak, DPR Soroti Transparansi Pendanaan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026
Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak, DPR Soroti Transparansi Pendanaan

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menilai revisi Undang-Undang Partai Politik (UU Parpol) perlu segera dilakukan guna menyesuaikan dengan dinamika politik sekaligus memperkuat tata kelola partai di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan menyusul dorongan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya mengusulkan pembaruan regulasi terkait partai politik, terutama dalam aspek pendanaan dan tata kelola yang dinilai rentan menjadi pintu masuk korupsi.

Menurut Doli, regulasi yang saat ini digunakan, yakni UU Nomor 2 Tahun 2011, sudah cukup lama dan belum diperbarui, sementara perkembangan politik, baik secara praktik maupun pemikiran, telah mengalami perubahan signifikan.

“Situasi politik kita sudah jauh berkembang, sehingga aturan yang ada perlu disempurnakan,” ujar Doli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).

Baca juga:

KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, setelah hampir tiga dekade reformasi, Indonesia diharapkan mampu memperkuat pelembagaan politik melalui partai yang modern, mandiri, serta memiliki sistem kaderisasi yang baik.

“Partai politik harus dikelola secara modern dan senantiasa terkoneksi dengan aspirasi rakyat,” katanya.

Doli menekankan, partai politik merupakan pilar penting dalam sistem demokrasi. Kualitas pemerintahan, menurut dia, sangat ditentukan oleh kualitas partai politik dan sistem pemilu yang berjalan.

“Institusi pemerintahan adalah produk pemilu, dan pemilu tidak bisa dilepaskan dari peran partai politik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya memperbaiki sistem politik harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari partai politik hingga penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian, diharapkan lahir pemerintahan yang lebih berkualitas dan berintegritas.

Baca juga:

KPK Bongkar Celah Korupsi di Parpol, Soroti soal Mahar hingga Biaya Pemilu

Lebih lanjut, Doli mengungkapkan bahwa revisi UU Parpol juga telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Dalam regulasi tersebut, pemerintah dan DPR didorong melakukan kodifikasi atau penyelarasan antara UU Pemilu, UU Pilkada, dan UU Partai Politik.

Dalam revisi tersebut, salah satu aspek krusial yang perlu dibahas adalah sumber serta pengelolaan keuangan partai politik.

“Pendanaan partai menjadi isu penting yang harus diatur secara lebih transparan dan akuntabel,” katanya.

Ia berharap revisi UU Parpol dapat memperkuat sistem politik nasional sekaligus meminimalkan potensi praktik korupsi di masa depan. (Pon)

#UU Parpol #Partai Politik #Komisi II DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi II DPR Mulai Kaji Putusan MK yang Persoalkan Syarat Pendidikan Wapres Gibran
Komisi yang membidangi urusan kepemiluan itu menghormati putusan MK.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Komisi II DPR Mulai Kaji Putusan MK yang Persoalkan Syarat Pendidikan Wapres Gibran
Berita Foto
DPR Tunjuk Bahtra Banong Menjadi Ketua Panja Penyusunan RUU Pemilu
Penetapan ketua Panitia Kerja Penyusunan RUU Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
DPR Tunjuk Bahtra Banong Menjadi Ketua Panja Penyusunan RUU Pemilu
Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Pengakuan itu harus menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk melahirkan kader yang bisa bekerja untuk rakyatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Menguat Jelang HUT RI, DPR Soroti Perlunya Penyegaran
Isu reshuffle kabinet kembali menguat jelang HUT RI ke-81. Komisi II DPR mengatakan, bahwa hal itu merupakan hak Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Isu Reshuffle Kabinet Menguat Jelang HUT RI, DPR Soroti Perlunya Penyegaran
Indonesia
Pilkada Cuma Pilih Kepala Daerah, Komisi II Usul Wakil Bisa 2-3 Orang Ditunjuk Pemenang
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan mengusulkan pilkada hanya memilih kepala daerah. Wakil kepala daerah ditunjuk oleh pemenang, bisa 2–3 orang sesuai kebutuhan daerah.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Pilkada Cuma Pilih Kepala Daerah, Komisi II Usul Wakil Bisa 2-3 Orang Ditunjuk Pemenang
Indonesia
Komisi II DPR Minta Kemendagri Perkuat Pembinaan Kepala Daerah Usai 3 Bupati Terjaring OTT KPK
Rentetan OTT terhadap tiga bupati dalam sebulan menjadi sorotan DPR. Eka Widodo mendesak Kemendagri memperkuat pembinaan, pengawasan, dan pendidikan antikorupsi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Komisi II DPR Minta Kemendagri Perkuat Pembinaan Kepala Daerah Usai 3 Bupati Terjaring OTT KPK
Indonesia
Komisi II DPR Matangkan Revisi UU Pemilu, 22 Putusan MK Jadi Acuan Utama Penyusunan DIM
Komisi II DPR mulai mematangkan revisi UU Pemilu dengan menjadikan 22 putusan MK sebagai dasar penyusunan 28 DIM menuju pembahasan resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
Komisi II DPR Matangkan Revisi UU Pemilu, 22 Putusan MK Jadi Acuan Utama Penyusunan DIM
Bagikan