Haruskah Octocrylene ada di SPF?

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 20 Desember 2022
Haruskah Octocrylene ada di SPF?

Tabir surya dapat membantu melindungi kulit dari sinar UV (Pexels/Moose Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SINAR matahari memang memiliki segudang manfaat bagi tubuh kamu. Namun, dibalik manfaatnya tersebut, sinar matahari juga bisa membuat kulit terbakar. Dengan begitu, kamu harus menggunakan perlindungan ganda pada kulit kamu. Salah satunya dengan selalu menggunakan tabir surya yang mengandung octocrylene.

Dikutip dari thelist, Octocrylene merupakan bahan aktif dalam tabir surya kimiawi. Menurut Medical News Today, octocrylene merupakan senyawa organik yang larut dalam minyak. Dikarenakan tidak larut dalam air, octocrylene terus melindungi kulit saat berada di deburan ombak laut. Bahan ini mengandung sifat emolien yang membantu melembutkan dan melembabkan kulit.

Baca Juga:

Kaum Muda Jangan Abaikan Tuberkulosis

tabir
Tidak semua tabir surya coock untuk semua jenis kulit. (PexelsAnna Tarazevich)


Perlindungan UV tentunya sangat penting. Dalam hal tabir surya, octocrylene bisa membantu melawan radiasi UV dan menstabilkan bahan kimia aktif. Sekitar 90%, octocrylene yang terdapat dalam tabir surya efektif selama 95 menit setelah diaplikasikan. Tentunya efektivitas ini memperpanjang perlindungan kamu terhadap sinar UVA dan UVB. UVA meningkatkan tanda-tanda penuaan seperti kerutan, sedangkan sinar UVB menyebabkan kulit terbakar.

Octocrylene nyatanya tidak hanya ada di dalam tabir surya. Senyawa ini merupakan bahan umum yang bisa kamu temukan dalam produk kosmetik lainnya. Seperti, lip balm, krim anti penuaan, dan kondisioner rambut. Terlepas dari manfaatnya, nyatanya octocrylene mungkin tidak aman untuk semua orang.

Dokter kulit Marie Hayag menyatakan bahwa anak-anak dan orang dewasa dengan kulit sensitif rentan untuk terkena reaksi yang menggunakan bahan kimia ini. Bagi kamu yang menyusui juga dapat mentransfer octocrylene ke dalam kulit kamu. Dengan begitu, bagi kamu yang sedang mengandung atau menyusui, jangan gunakan produk ini.

Baca Juga:

Bunda Jangan Khawatir, Begini Mengobati Anak tanpa Rasa Cemas

tabir
Gunakan tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit kamu. (Pexels/Kindel Media)

Mengingat hal tersebut, octocrylene secara umum aman untuk digunakan. Ini diatur oleh FDA dan dibatasi pada konsentrasi 10% untuk produk yang mengandung octocrylene. Jumlah octocrylene yang lebih tinggi tentunya malah bisa membahayakan.

Ingat, penting untuk menggunakan tabir surya dalam rutinitas kamu. Yang terpenting adalah menguji produk perawat kulit apapun untuk memastikan cocok atau tidaknya dengan jenis kulit kamu. Apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kamu bisa datang menemui dokter kulit profesional. (yos)

Baca Juga:

Metode Medis Untuk Menumbuhkan Rambut

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan