MerahPutih.com - Pemerintah akan tetap mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita sebesar Rp 15.700 per liter.
Hal itu diputuskan pemerintah demi menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga minyak sawit dunia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengatakan, ketersediaan minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat jadi prioritas bagi Presiden RI, Prabowo Subianto.
Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
ujar Qodari
Qodari melanjutkan, pemerintah memahami harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian utama masyarakat. Karena itu, stabilitas harga Minyakita menjadi penting.
"Pemerintah juga mendengar, melihat, dan memahami tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya kelompok masyarakat yang rentan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Minyakita," katanya.
Baca juga:
Kemendag Sidak, Harga Jual Minyakita di Pasar Palmerah Mendadak Normal
Pemerintah Tetap Jaga Harga dan Stok MinyaKita
Ia menegaskan, langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Selain menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan Minyakita di pasar.
"Selain mempertahankan harga, pemerintah juga menegaskan bahwa distribusi Minyakita berfokus pada pasar rakyat. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan distribusi dan efisiensi tata niaga Minyakita," ujar Qodari.
Lebih lanjut, pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya dapat membeli Minyakita sesuai HET, tetapi juga memperoleh pasokan yang memadai dan berkelanjutan di pasar.
Baca juga:
Kabar Baik! Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun
Ia menambahkan, menjaga stabilitas harga dan pasokan Minyakita tidak hanya berkaitan dengan perlindungan daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
"Bagi pemerintah, menjaga kestabilan harga dan pasokan Minyakita bukan sekadar upaya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga bagian dari penegakan kedaulatan pangan nasional," tegas Qodari. (Asp)