Gandeng BIN, 'Obat COVID-19' Unair Masuk Tahap Desain Kemasan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2020
Gandeng BIN, 'Obat COVID-19' Unair Masuk Tahap Desain Kemasan

Draf desain kemasan Regimen Kombinasi 5 Obat untuk pasien COVID-19 hasil penelitian dari Unair. (IST/Unair)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masih ingat Regimen Kombinasi 5 Obat hasil riset dari Universitas Airlangga (Unair) yang diklaim dapat menyembuhkan pasien COVID-19 pada Juni lalu? Penelitian saat ini sudah merampungkan tahap ujiklinis. Unair juga rencananya akan menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dalam melanjutkan proses produksinya.

Koordinator Produk Riset Covid Unair Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsi menjelaskan regimen kombinasi obat itu saat ini sudah masuk tahap rancangan desain kemasan. Meski demikian, dia menegaskan saat ini obat belum bisa diperjualbelikan secara bebas.

"Masih draf desain produk yang akan dipakai sebab di sudut kanan kemasan masih ada tulisan ‘tidak diperjualbelikan’ untuk itu masih jadi rancangan desain,” kata Nyoman, saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Minggu (9/8).

Baca Juga:

Temuan Tim Riset Unair, Kombinasi 5 Obat ini Ampuh Bunuh Virus Corona

Lebih jauh, Nyoman menjelaskan regimen kombinasi 5 obat itu nantinya bisa segera diproduksi secara massal, bahkan diharapkan bisa diperjualbelikan secara bebas. Namun, lanjut dia, kebijakan itu nanti bergantung pada kebijakan pabrikan farmasi yang akan menangani produksi obat.

Sebelumnya, Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyampaikan tim riset kampusnya tengah berupaya untuk mempercepat pencegahan COVID-19 dengan lima kombinasi regimen obat yang banyak beredar di pasaran dijadikan obat untuk pasien COVID-19.

Obat
Kombinasi 5 obat untuk pasien terpapar virus Corona hasil penemuan tim riset dari Unair. Foto: Istimewa

Di waktu yang sama, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair Purwati menjelaskan, kombinasi dari 5 obat itu terdiri dari Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline, Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, Hydroxychloroquine dipadu azithromicyne, serta Hydroxychloroquine dengan doxycycline.

"Regimen kombinasi 5 obat Corona memang belum diedarkan serta dikomersialisasi secara bebas. Sebab pekerjaan ini hasil kerja sama antara UNAIR, BNPB, berikut Badan Intelijen Negara (BIN). Yah pastinya hal baik ini pasti akan kami sebarkan untuk kepentingan masyarakat Indonesia," tutur Purwati pada 12 Juni lalu.

Purwati mengklaim racikan obat tersebut sangat efektif dan memiliki daya bunuh virus maksimal. Dosisnya, 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya, sehingga meminimalisisr efek toksik jika dikonsumsi sebagai obat tunggal.

“Hasil uji HSCs memaparkan usai 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah mampu dieliminasi oleh stem cells tersebut. Namun, hasil uji tantang NK cells terhadap virus, usai 72 jam tertera sebagian virus bisa diinaktivasi oleh NK cells itu sendiri,” tutup peneliti Unair itu. (Andika L/Jawa Timur)

Baca Juga:

Ingat! Klorokuin & Hidroksiklorokuin Tak Bisa Sembarangan Digunakan ke Pasien COVID-19

#COVID-19 #Unair
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan