Firli Cs Ditantang Ungkap 3 Kasus Korupsi Besar di Lampung

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 31 Desember 2019
Firli Cs Ditantang Ungkap 3 Kasus Korupsi Besar di Lampung

Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jakarta (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo resmi melantik Pimpinan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) terpilih periode 2019-2023 pada Jumat (20/12) lalu. Mereka adalah Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Alexander Marwata, dan Nurul Ghufron.

Terpilihnya Komjen Firli Bahuri sebagai Ketua Lembaga Antirasuah itu pun sempat menjadi perhatian publik. Firli sempat dianggap sebagai salah satu upaya untuk menumpulkan taring KPK yang selama ini dianggap tidak tebang pilih dalam mengungkap sejumlah kasus korupsi di daerah.

Baca Juga

Presiden Jokowi Dinilai Intervensi KPK, Firli Bahuri Angkat Bicara

Kini, kelima punggawa KPK baru itu pun mendapatkan tantangan dari masyarakat Lampung yang menamakan dirinya Solidaritas Pemuda Demokratik (SPD) Provinsi Lampung untuk mengungkap tiga kasus korupsi besar di Provinsi Lampung yang diduga melibatkan sejumlah orang-orang besar pula di republik ini.

"Setidaknya ada tiga kasus besar di Provinsi Lampung yang harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Pertama kasus Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan. Kasus Musa Zainuddin (Anggota DPR RI Fraksi PKB), dan ketiga, kasus Bupati Lampung Tengah, Mustafa," kata Ketua SPD DPW Lampung, Badri, Senin (30/12) kemarin.

Presiden Jokowi saat melantik Firli Bahuri sebagai Ketua KPK
Presiden Jokowi saat melantik Firli Bahuri sebagai Ketua KPK (Foto: ANTARA)

Menurut Badri, ketiga kasus korupsi itu diduga melibatkan sejumlah orang-orang besar di republik ini. Dalam kasus korupsi yang melibatkan Adik kandung Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yaitu Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan misalnya, Badri menjelaskan, ada dugaan keterlibatan Anggota DPD RI dari Provinsi Lampung, yaitu Ahmad Bastian. Namun sayangnya, lanjut Badri, hingga saat ini kasus bagi-bagi proyek yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 194 miliar itu hanya menjerat elit lokal saja, yaitu Anggota DPRD Fraksi PAN, Agus Bhakti Nugroho dan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas PUPR Lampung saja.

"Agus Bhakti Nugroho (Anggota DPRD Lampung) sudah menjalani proses hukuman. KPK seharusnya bisa melakukan pemeriksaan terhadap Agus Nugroho. Agus ini adalah kunci untuk dapat memberikan keterangan terkait dengan keterlibatan Anggota DPD RI dari Provinsi Lampung, Ahmad Bastian dalam kasus ini," ujarnya.

Baca Juga

Jadi Ketua KPK, Firli Bahuri Bersikukuh Ogah Mundur dari Polri

Selain itu, lanjut Badri, kasus korupsi lainnya adalah kasus korupsi yang melibatkan Anggota DPR RI fraksi PKB, Musa Zainuddin. Menurut Badri, politisi PKB asal Lampung itu sudah menjalani proses hukuman penjara sembilan tahun atas kasus pengkondisian proyek infrastruktur di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016 lalu. Musa terbukti telah menerima suap sebesar Rp 7 miliar dari kasus tersebut. Bahkan dalam keterangan Musa di pengadilan, uang fee proyek infrastruktur itu sudah diserahkan oleh Sekjen PKB ketika itu Jazilul Fawaid atas permintaan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.

Sayangnya, lanjut Badri, kasus Musa Zainuddin yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai PKB itu hanya berhenti sampai di Musa Zainuddin saja. Hingga saat ini KPK masih belum menyentuh elit partai PKB yang diyakini terlibat dalam kasus suap proyek infrastruktur di Maluku dan Maluku Utara itu.

"Pada kasus Musa Zainuddin ini, yang bersangkutan sudah menyuarakan secara terbuka melalui surat tertanggal 20 Juli 2019 kepada KPK terkait keterlibatan elit PKB, termasuk ketua partai, Muhaimin Iskandar. Akan tetapi hingga saat ini KPK masih belum menindaklanjutinya. Kita meminta pimpinan KPK yang baru berani memproses dugaan keterlibatan pimpinan partai PKB dalam kasus ini," kata Badri.

Kasus lainnya yang mencoreng wajah kota gajah itu, kata Badri, adalah kasus korupsi yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa. Mustafa saat ini sudah menjalani proses hukum atas sejumlah kasus yang menderanya.

Kasus pertama, Mustafa terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 95 miliar Terkait proyek di lingkungan Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Selain itu, Mustafa juga diduga terlibat dalam kasus memberikan suap sebesar kepada sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah terkait dengan persetujuan pinjaman daerah sebesar Rp 300 miliar dan pengesahan APBD dan APBD Perubahan Lampung Tengah.

Dalam kasus pengkondisian Dana Alokasi Khusus (DAK) Perubahan 2017, Mustafa mengaku sempat bertemu dengan Ketua Badan Anggaran DPR RI ketika itu, Aziz Syamsuddin. Mustafa bertemu Aziz Syamsuddin bersama Ketua DPRD Lampung Tengah yang kebetulan berasal dari partai Golkar, yaitu Junaidi.

Baca Juga

Firli: Kalau Gaji Pegawai KPK Naik Pasti Tidak Ada Kegaduhan

Pertemuan antara Mustafa dan Aziz Syamsuddin yang difasilitasi Junaidi itu pun terjadi di kediaman Aziz Syamsuddin. Menurut pengakuan Mustafa, dirinya sempat meminta kepada Aziz Syamsuddin untuk berbicara kepada Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman. Dalam pertemuan itu, Aziz Syamsuddin meminta fee proyek sebesar 8 persen kepada Mustafa.

"Nah, dalam kasus Mustafa ini KPK harus berani mengungkap dugaan keterlibatan elit partai Golkar ini. Mustafa adalah kunci dalam kasus ini. KPK harus dapat memastikan Mustafa agar dapat memberikan keterangan secara jelas terkait dengan dugaan keterlibatan Aziz Syamsuddin dalam perkaranya," kata Badri. (Pon)

#Komisi Pemberantasan Korupsi #Firli Bahuri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
ARUKKI Gugat Kapolda Metro Jaya, Desak Firli Bahuri Segera Ditahan
Firli belum ditahan meski disebut beberapa kali tidak memenuhi panggilan penyidik.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
ARUKKI Gugat Kapolda Metro Jaya, Desak Firli Bahuri Segera Ditahan
Indonesia
KI Putuskan Hasil TWK KPK Harus Dibuka, KPK Ngaku Ingin Telaah Dulu
Tidak ada alasan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk tidak mengembalikan status 57 orang korban TWK KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
KI Putuskan Hasil TWK KPK Harus Dibuka, KPK Ngaku Ingin Telaah Dulu
Indonesia
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Jubir Prabowo sekaligus Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh itu untuk berdiskusi.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
KPK memberikan perhatian khusus kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan jajarannya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
Indonesia
KPK Dalami Peran Gubernur Kalbar Ria Norsan di Kasus Proyek Jalan Mempawah
Diketahui, kader Gerindra itu menjadi Bupati Mempawah selama dua periode 2009-2014 dan 2014-2018
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 23 Agustus 2025
KPK Dalami Peran Gubernur Kalbar Ria Norsan di Kasus Proyek Jalan Mempawah
Indonesia
Eks Penyidik KPK Tuding Firli Bahuri Dalang Utama Kasus Perintangan Penyidikan Harun Masiku
KPK tidak hanya harus memanggil Firli Bahuri dan jajaran pimpinan pada era Firli Bahuri saja, namun juga wajib menetapkan status tersangka
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Mei 2025
Eks Penyidik KPK Tuding Firli Bahuri Dalang Utama Kasus Perintangan Penyidikan Harun Masiku
Indonesia
IM57+ Institute Dorong KPK Periksa Firli Bahuri
Ini untuk menindaklanjuti kesaksian penyidik lembaga antirasuah Rossa Purbo Bekti.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Mei 2025
IM57+ Institute Dorong KPK Periksa Firli Bahuri
Indonesia
Kolaborasi Bareng KPK Kampanyekan Antikorupsi, Rhoma Irama Doakan Pejabat tak Pakai Rompi Oranye
Kerja sama ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mereka yang berpotensi terjerumus dalam tindak korupsi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 April 2025
Kolaborasi Bareng KPK Kampanyekan Antikorupsi, Rhoma Irama Doakan Pejabat tak Pakai Rompi Oranye
Indonesia
KPK Usut Dugaan Korupsi di Kalbar, Penyidik Mulai Lakukan Penggeledahan
Tessa belum bisa menyampaikan informasi lengkap mengenai kasus tersebut
Angga Yudha Pratama - Minggu, 27 April 2025
KPK Usut Dugaan Korupsi di Kalbar, Penyidik Mulai Lakukan Penggeledahan
Indonesia
Eks Ketua KPK Firli Bahuri Kembali Cabut Gugatan Praperadilan
Eks Ketua KPK, Firli Bahuri, kembali mencabut permohonan gugatan praperadilan di PN Jaksel.
Soffi Amira - Rabu, 19 Maret 2025
Eks Ketua KPK Firli Bahuri Kembali Cabut Gugatan Praperadilan
Bagikan