Fadli Zon Kritik Ahok, Pendukung Jokowi Diminta Jangan 'Baper'
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: ANTARA
Merahputih.com - Pernyataan Ketua I DPP Arus Bawah Jokowi, Supriyanto, yang mempersoalkan statemen Fadli Zon terkait kapasitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama Pertamina, mendapat reaksi keras dari koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma.
Menurut Lieus, semua orang berhak berbicara. Jangan mentang-mentang berada di pemerintahan, Gerindra tak bisa mengkritik Jokowi.
“Jangan baperanlah. Kebebasan berbicara itu hak demokrasi setiap orang. Apa hak Supriyanto melarang orang bicara,” kata Lieus kepada wartawan, Senin (25/11).
Baca Juga
Bakal Jadi Bos BUMN Tapi Berstatus Kader PDIP, Mardani Sentil Ahok Soal Kepatutan
Meski Partai Gerindra sudah dianggap sebagai partai koalisi pemerintah karena Ketua Umumnya, Prabowo Subianto menjabat menteri pertahanan dan salah seorang kadernya, Edhy Prabowo pun ditunjuk sebagai menteri kelautan dan perikanan, hal itu tidak berarti pemerintah atau pendukung pemerintah bisa membungkam suara kader dan simpatisan Partai Gerindra yang lainnya.
“Jangan larang-larang orang untuk berbicara dan menyuarakan kebenaran yang diketahuinya,” ujar Lieus.
Seperti diketahui, belum lama berselang Supriyanto menuding Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon telah menyerang pemerintah terkait pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.
Ia bahkan meminta Fadli Zon menghentikan 'kenyinyirannya' karena mempersoalkan kemampuan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina tersebut. Entah dalam kapasitas apa, Supriyanto bahkan meminta Prabowo menertibkan Fadli Zon.
Terkait pernyataan Supriyanto itu, Lieus mengaku heran bagaimana mungkin suara demokrasi bisa dibungkam hanya karena ada kelompok pendukung pemerintah yang 'baperan' seperti Supriyanto.
“Demokrasi itu tumbuh dan berkembang sesuai jaman dan kebutuhannya. Jadi janganlah orang dilarang-larang bersikap atau berbicara kritis hanya karena kita tak sependapat dengannya. Sikap pendukung Jokowi seperti Supriyanto itulah yang justru bisa menghambat iklim demokrasi yang saat ini sedang dibangun oleh pak Jokowi,” ujar Lieus lagi.
Baca Juga
Satu hal lagi, tambah Lieus, para pendukung presiden Jokowi harus ingat bahwa Prabowo dipilih jadi menteri bukan karena melamar atau meminta.
“Prabowo itu diminta untuk menjadi Menteri Pertahanan karena ia memang memiliki kapasitas untuk jabatan itu. Jadi, jangan karena Prabowo diangkat jadi menteri dalam kabinet Jokowi, maka semua kader Gerindra atau pendukung pak Prabowo diminta untuk diam. Itu yang justru tidak etis,” tambah Lieus. (Knu)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Fadli Zon Dorong Seni Rupa Kertas Indonesia Tembus Panggung Global
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Pengamat Nilai Kesaksian Ahok Bongkar Borok Tata Kelola Pertamina 2013-2024, Kejaksaan Harus Tindaklanjuti
Ahok 'Nyanyi' di Sidang Tipikor Dugaan Korupsi Pertamina, Sebut Laporan BPK dan BPKP Bersih dari Penyimpangan
Candaan Ahok Pecahkan Suasana Sidang Korupsi Pertamina yang Tegang
Fadli Zon Ungkap Alasan Pemerintah Ikut Turun Tangan soal Konflik Keraton Solo
Menbud Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Solo, Singgung Sosok Senior Berpengalaman
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Sudah Diresmikan Fadli Zon, Museum Keraton Surakarta Belum Dibuka saat Libur Nataru, Ini Alasannya