Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir di Art Jakarta Papers 2026. Foto: MerahPutih/Febrian Adi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pameran seni yang berfokus pada medium kertas, Jakarta Art Papers, untuk pertama kalinya digelar pada 5–8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

Ajang seni rupa ini menghadirkan 28 galeri dari Indonesia dan berbagai negara Asia, dengan beragam presentasi karya yang menempatkan kertas sebagai medium utama.

Melalui pameran ini, penyelenggara berupaya menempatkan seni berbasis kertas sejajar dengan medium seni lain yang telah lebih dulu mapan.

Inisiatif ini sekaligus menjadi respons terhadap perkembangan global yang semakin memberi ruang khusus bagi praktik seni rupa berbahan kertas, baik dalam pekan seni, biennale, maupun pameran institusional yang merayakan nilai intelektual, materialitas, dan aksesibilitas medium tersebut.

Baca juga:

Art Jakarta Papers 2026 Siap Digelar, Soroti Karya Seni Berbasis Kertas

Seiring waktu, praktik seni kertas juga terus mengalami perkembangan. Direktur Artistik Art Jakarta sekaligus inisiator Art Jakarta Papers 2026, Enin Supriyanto menilai, eksplorasi seniman kontemporer kini telah melampaui bentuk konvensional seperti gambar di atas kertas atau media cetak, menuju pendekatan yang lebih beragam dan eksperimental.

Melalui Art Jakarta Papers, karya berbahan kertas tidak hanya diposisikan sebagai medium seni yang relevan secara historis, konseptual, dan ekonomi, tetapi juga diakui memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri dalam lanskap seni rupa.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, juga menyebut Art Jakarta Papers 2026 sebagai sebuah terobosan penting.

Hal itu mengingat untuk pertama kalinya bursa seni ini secara khusus menyoroti kertas sebagai medium utama. Ia menekankan, bahwa Indonesia memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan kertas, mulai dari penggunaan daluwang sejak abad ke-7, manuskrip, wayang beber, hingga sketsa, ilustrasi, dan praktik seni kontemporer.

Baca juga:

Mengunjungi Pameran Simfoni Perjuangan: Mengubah Derap di Masa Perjuangan di Museum Sejarah Jakarta

Menurut Fadli, kekayaan ekspresi seni berbasis kertas mencerminkan karakter Indonesia sebagai negara dengan keberagaman budaya yang kuat.

Art Jakarta Papers 2026 menampilkan spektrum praktik tersebut, dari tradisi hingga pendekatan kekinian, serta memperlihatkan bagaimana satu medium yang sama dapat melahirkan ragam ekspresi lintas generasi dan latar budaya.

Pameran Art Jakarta Papers akan dibuka khusus untuk tamu undangan pada 6 Februari 2026 pukul 15.00–21.00 WIB. Sedangkan untuk publik, bakal dibuka pada 7–8 Februari 2026 pukul 11.00–21.00 WIB. Tiket pameran tersedia melalui situs artjakarta.com dengan harga Rp 150 ribu. (Far)

#Fadli Zon #Art Jakarta #Pameran Seni #Seniman #Kerajinan Kertas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dari SPOT hingga SCOPE, Art Jakarta 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Seni
Art Jakarta 2026 tetap membawa fokus pada perkembangan seni rupa kontemporer, khususnya dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Dari SPOT hingga SCOPE, Art Jakarta 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Seni
Fun
Art Jakarta 2026 Bakal Hadirkan 75 Galeri Seni dari Indonesia dan Asia Tenggara
Art Jakarta 2026 digelar 2-4 Oktober di JIExpo Kemayoran dengan menghadirkan 75 galeri seni dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Art Jakarta 2026 Bakal Hadirkan 75 Galeri Seni dari Indonesia dan Asia Tenggara
Tradisi
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Taman Mini Indonesia di Polandia siap diperluas! Kementerian Kebudayaan bakal tambah anjungan rumah adat lintas provinsi di Eropa. Cek detailnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Fun
Seniman Swedia Tyra Kleen dan Perjalanannya Melihat Jawa-Bali dari Seabad Silam
Kleen ialah seniman yang memfokuskan pada objek, warna, bentuk, atau figur sebagai cara mengekspresikan pesan kebatinan serta emosi yang dia rasakan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Seniman Swedia Tyra Kleen dan Perjalanannya Melihat Jawa-Bali dari Seabad Silam
Fashion
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
Hedgren berkolaborasi dengan seniman Indonesia Varsam Kurnia lewat “The Wayfarer”, yang mengangkat perjalanan, gaya personal, dan mobilitas generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Hedgren dan Varsam Kurnia Hadirkan 'The Wayfarer', Tafsir Baru tentang Gaya dan Mobilitas
Lifestyle
Menatap Jawa-Bali di Awal Abad ke-20 dari Mata Seniman Swedia Tyra Kleen lewat 'A Journey Through Java and Bali 1919–1921'
Daniel bercerita Tyra ialah perempuan pemberani dan punya visi. Seorang petualang yang mendokumentasikan perjalanannya dengan banyak medium.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Menatap Jawa-Bali di Awal Abad ke-20 dari Mata Seniman Swedia Tyra Kleen lewat 'A Journey Through Java and Bali 1919–1921'
ShowBiz
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Seniman bunyi asal Samarinda, Theo Nugraha, terlibat dalam album 'Prosthetic Reality' bersama Iggor Cavalera dan sejumlah nama musik ekstrem dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Indonesia
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Adanya efisiensi anggaran tidak berpengaruh pada revitalisasi Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Ogah Ikut Campur Konflik 2 Raja, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Keraton Solo Jalan Terus
Fun
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
TERASI 2026 digelar 13-17 Agustus di Jakarta dengan melibatkan seniman disabilitas, penyintas kanker, dan 60 ilustrator lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
Indonesia
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Deklarasi negara-negara BRICS juga menyatakan bahwa kebudayaan perlu dipertimbangkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan internasional pada masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Indonesia Dorong Penguatan Pelindungan Warisan Budaya di Negara Anggota BRICS
Bagikan