Fadli Zon Dorong Seni Rupa Kertas Indonesia Tembus Panggung Global
Fadli Zon hadir dalam pembukaan Jakarta Art Papers. (Foto: merahputih.com/febrian adi)
MerahPutih.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa seni rupa Indonesia yang menggunakan medium kertas tidak semestinya terus berada di posisi pinggir dalam ekosistem seni global.
Menurutnya, kertas memiliki jejak historis panjang dan daya ungkap kuat dalam tradisi budaya Nusantara, meski kerap terlewat dari perhatian dunia internasional.
Hal tersebut disampaikan Fadli saat membuka Pameran Art Jakarta Papers 2026 di Jakarta, Kamis (5/2). Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian Art Jakarta 2026 dan akan berlangsung di City Hall, Pondok Indah Mall 3, pada 6–8 Februari 2026.
Baca juga:
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Menurut Fadli, kehadiran Art Jakarta Papers menjadi langkah terobosan dalam memperkuat posisi seni rupa Indonesia di tingkat global. Ia mencontohkan bahwa sejak abad ke-7, masyarakat Nusantara telah mengenal daluang, yaitu kertas dari kulit kayu yang digunakan untuk manuskrip, seni lukis, hingga wayang beber.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kertas bukan medium baru, melainkan bagian dari sejarah panjang ekspresi budaya Indonesia.
Ia juga menekankan bahwa kekayaan seni rupa Indonesia melampaui konsep keberagaman semata. Dengan status Indonesia sebagai negara megadiversity, ekosistem seni rupa dinilai perlu dibangun secara kokoh dan berkelanjutan sebagai cerminan kekayaan budaya tersebut.
Fadli menyebut seni rupa sebagai salah satu sektor kunci dalam lima ekosistem kebudayaan yang tengah diperkuat pemerintah, bersama film, musik, seni pertunjukan, dan sastra.
Ketertarikan kolektor internasional terhadap karya perupa Indonesia, menurutnya, menjadi indikator nyata daya saing seni rupa nasional di tingkat global.
Baca juga:
Ragam Aktivitas di Jakarta Art Papers 2026, dari Instalasi hingga Diskusi Seni
Selain itu, pameran ini juga terhubung dengan program Manajemen Talenta Nasional. Melalui Art Jakarta Papers 2026, perupa muda dari berbagai daerah memperoleh kesempatan untuk memamerkan karya, memperluas jejaring, serta berinteraksi dengan pelaku seni internasional. Langkah ini dinilai penting untuk membangun jalur pengembangan talenta nasional.
Fadli menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, Art Jakarta, komunitas seni, dan sektor swasta agar karya perupa Indonesia tidak lagi kurang terwakili di panggung global. Ia berharap semakin banyak karya seni rupa Indonesia masuk ke koleksi museum dunia.
Art Jakarta Papers 2026 menghadirkan 28 galeri, terdiri dari 22 galeri Indonesia dan enam galeri internasional dari Asia. Fokus pada karya berbasis kertas dipandang sebagai strategi untuk memperluas sekaligus memperdalam ekosistem seni rupa nasional. (Far)
Bagikan
Berita Terkait
Fadli Zon Dorong Seni Rupa Kertas Indonesia Tembus Panggung Global
Ragam Aktivitas di Jakarta Art Papers 2026, dari Instalasi hingga Diskusi Seni
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Art Jakarta Papers 2026 Siap Digelar, Soroti Karya Seni Berbasis Kertas
Jadi Pelaksana Keraton Solo, Tedjowulan Minta 2 Raja Kembar Serahkan Penguasaan Aset
Fadli Zon Ungkap Alasan Pemerintah Ikut Turun Tangan soal Konflik Keraton Solo
Menbud Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Jadi Pelaksana Keraton Solo, Singgung Sosok Senior Berpengalaman
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Sudah Diresmikan Fadli Zon, Museum Keraton Surakarta Belum Dibuka saat Libur Nataru, Ini Alasannya