MerahPutih.com - Pemerintah ters menerapkan langkah efisiensi anggaran sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian nasional sekaligus memastikan program-program prioritas pemerintah dapat berjalan optimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil melakukan efisiensi anggaran negara hingga Rp 308 triliun pada tahun pertama pemerintahannya dan dialihkan untuk mendukung program-program produktif, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo menegaskan, pemerintah telah membuktikan kebijakan fiskal yang dijalankan mampu menghasilkan penghematan besar dari anggaran negara.
"Di tahun pertama Rp 308 triliun kita sudah hemat, setara 18 miliar dolar AS, dan kita bisa lakukan lebih besar lagi," ujar Presiden.
Baca juga:
Presiden Prabowo Hadiri Economic Outlook 2026, Ajang Sampaikan Arah Kebijakan Ekonomi
Presiden menyampaikan, penghematan tersebut berasal dari pengurangan belanja yang dinilai tidak produktif.
Hasil efisiensi ini kemudian dialihkan untuk mendukung program-program yang terdampak langsung terhadap masyarakat, seperti MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kepala Negara menjelaskan, sejumlah pos pengeluaran yang dipangkas antara lain perjalanan luar negeri, kegiatan seremonial, hingga berbagai forum diskusi dan kajian yang dinilai tidak mendesak.
Pemerintah saat ini lebih fokus pada langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan rakyat.
"Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa. Kita sudah tahu masalahnya, kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa, ini kita sudah hemat sangat luar biasa," jelas Presiden.
Prabowo mengklaim pemerintah terus berupaya untuk menutup kebocoran anggaran agar efisiensi dapat semakin besar dilakukan.