Dua Pria Tertangkap Selundupkan Enam Warga Tiongkok

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 30 Januari 2020
Dua Pria Tertangkap Selundupkan Enam Warga Tiongkok

Seorang polisi sedang mengamati enam warga China yyang terdampar di perairan Rote Ndao. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dua warga negara Indonesia (WNI) bernama Aba dan Mardan diperiksa aparat kepolisian dari Polres Rote Ndao, Polda NTT, setelah diduga gagal menyelundupkan enam warga negara Tiongkok ke Australia.

"Keduanya masih dalam pemeriksaan untuk mencari tahu motif di balik dugaan penyelundupan orang ke Australia," kata Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Wibowo saat dihubungi dari Kupang, Rabu (29/1), dikutip Antara.

Baca Juga:

Semakin Bertambah, Korban Meninggal akibat Virus Corona di Tiongkok Sudah 132

Hal ini disampaikan berkaitan dengan kelanjutan dari ditemukannya kasus terdamparnya enam warga negara Tiongkok di perairan Rote Ndao pada Selasa (28/10 pagi kemarin.

Ia menjelaskan bahwa kedua warga tersebut Mardan yang berasal dari Probolinggo, Jawa Timur dan Aba yang berasal dari Adonara Flores Timur NTT.

Kapolres menceritakan kejadian bermula sekitar dua pekan lalu Aba mendapat telepon dari Mardan agar bisa bertemu di Surabaya untuk bersama-sama berangkat menuju Kupang dengan menggunakan pesawat salah satu maskapai penerbangan nasional.

Enam WNA China yang ditemukan terdampar di perairan Rote Ndao. (Antara Foto/ HO-Polres Rote Ndao.)
Enam WNA China yang ditemukan terdampar di perairan Rote Ndao. (Antara Foto/ HO-Polres Rote Ndao.)

Setelah sampai di Kupang, keduanya menginap di salah satu penginapan di kota itu selama empat malam lalu pindah ke tempat baru selama satu malam.

Pada hari Senin (20/1) 2020 Mardan dan Aba janjian bertemu dengan Ahmad Nur Said, yang selanjutnya mendapat perintah dari Ahmad Nur Said untuk membawa enam orang warga Tiongkok ke Australia.

Keenam warga memiliki paspor Tiongkk itu adalah Fan Senghong, Cui Henggo, Hang Yongsheng, Wang Sisen, Han Baolin, dan Chi Kaishan yang semuanya berasal dari kota Jiangsu.

"Dengan kontrak dijanjikan satu bulan Rp10 juta untuk dua orang, dibekali uang Rp2,5 juta yang sudah disiapkan oleh Ahmad," tambah dia.

Baca Juga:

5 Makanan 'Aneh' di Tiongkok

Pada hari berikutnya yakni pada Selasa (21/1) Aba dan Madan berangkat melalui pelabuhan pasar Oeba Kupang dengan menggunakan perahu jenis tangkap ikan dengan nama KMP Indah dengan dibekali solar 30 ( Tiga Puluh) jerigen kapasitas satu jerigen 35 liter.

Segala persiapan sudah disiapkan oleh Ahmad Nur Said dan meminta agar keduanya menuju koordinat yang sudah diberikan sambil mengangkut 6 (enam) warga dari Tiongkok tersebut.

Namun di perjalan mereka justru dihadang oleh coast guard Australia, sehingga ditahan dan diperiksa di tengah laut selama dua hari, lalu disuruh kembali ke Indonesia dengan dibekali dua jerigen berisi solar.

Saat tiba di perairan Rote Ndao, kapal yang ditumpangi kehabisan BBM sehingga terdampar di sekitar pulau tersebut, dan beruntung ditemukan oleh petugas keamanan laut yang sedang berpatroli. (*)

Baca Juga:

Wabah Virus Corona, Apa Dampaknya terhadap Pasokan Bawang Impor Asal Tiongkok?

#Tiongkok #Penyelundupan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina Diedarkan Buat Tambang Ilegal
Pola penyelundupan sianida yang sebelumnya ditemukan di wilayah Gorontalo serta karakteristik penggunaannya dalam aktivitas pertambangan emas ilegal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina Diedarkan Buat Tambang Ilegal
Indonesia
Modus Baru Penyelundupan Emas Sindikat Sunter, Disulap Jadi Gel Disembunyikan di Celana Dalam
Polri bongkar modus penyelundupan emas ilegal dengan cara dilebur jadi gel dan disembunyikan dalam pakaian dalam modifikasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Modus Baru Penyelundupan Emas Sindikat Sunter, Disulap Jadi Gel Disembunyikan di Celana Dalam
Indonesia
Marak Penyelundupan, Prabowo ‘Sentil’ Bea Cukai dan Bakamla
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengawasan Bea dan Cukai di tengah maraknya praktik penyelundupan.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026
Marak Penyelundupan, Prabowo ‘Sentil’ Bea Cukai dan Bakamla
Indonesia
Gagalkan Penyelundupan 23,7 Kilogram Emas, Kemenkeu: Sindikat Diberi Insentif Tambahan dari PETI
Selama ada kegiatan PETI, jaringan penyelundup akan terus melakukan modifikasi modus operandi agar emas dapat keluar dari wilayah Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Gagalkan Penyelundupan 23,7 Kilogram Emas, Kemenkeu: Sindikat Diberi Insentif Tambahan dari PETI
Indonesia
TNI-AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba, DPR Tuntut Perketat Pengawasan Jalur Laut
Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan patroli secara konsisten di wilayah perairan Indonesia.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
TNI-AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba, DPR Tuntut Perketat Pengawasan Jalur Laut
Indonesia
3 Kali Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba, Upah Rp 220 Juta
hasil pengamanan pilot ke Bareskrim Polri dan dilakukan tes urine dengan hasil mengejutkan bahawa yang bersangkutan positif menggunakan sabu, ekstasi (ineks), dan kokain. ​
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
3 Kali Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba, Upah Rp 220 Juta
Indonesia
Bos FBI Datangi Kertanegara Kediaman Pribadi Prabowo Terkait Artefak Suku Papua Ilegal
Presiden Prabowo menerima kunjungan Direktur FBI Kash Patel di Kertanegara. Artefak Papua diselundupkan ke AS dikembalikan dan akan dipamerkan di Museum Nasional.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Bos FBI Datangi Kertanegara Kediaman Pribadi Prabowo Terkait Artefak Suku Papua Ilegal
Indonesia
Warga Negara China Ditangkap di Bandara Aceh Diduga Selundupkan 2.989 Gram Emas
Berdasarkan harga referensi Kementerian Perdagangan, nilai dua batang emas tersebut diperkirakan mencapai Rp 7,254 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Warga Negara China Ditangkap di Bandara Aceh Diduga Selundupkan 2.989 Gram Emas
Indonesia
Bareskrim Sikat Importir Ribuan Ponsel Bekas dari China, Pelaku Raup Untung hingga Ratusan Miliar
Pengungkapan ini merupakan hasil kerja intensif tim penyidik yang tergabung dalam Satgas Gakkum Penyelundupan, yang menangani perkara berdasarkan dua laporan polisi tertanggal 14 dan 15 April 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Bareskrim Sikat Importir Ribuan Ponsel Bekas dari China, Pelaku Raup Untung hingga Ratusan Miliar
Indonesia
DPR Apresiasi Langkah Cepat Satgas Lundup Polri Selamatkan Uang Negara
Satgas yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan kinerja yang luar biasa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
DPR Apresiasi Langkah Cepat Satgas Lundup Polri Selamatkan Uang Negara
Bagikan