MerahPutih.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).
Turut hadir dalam pertemuan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN M Herindra, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca juga:
FBI Ikut Periksa Valas Brankas Tersangka Eks Jampidsus, Emas 74 Kg Jatah Lab Pegadaian
Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia–AS, khususnya dalam pengembalian artefak budaya Papua yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.
Artefak Papua Dikembalikan
Dalam kesempatan itu, Bos FBI secara langsung menyerahkan artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi.
Kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal,
kata Menteri kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, kepada media, di Jakarta, Kamis (23/7).
Artefak yang dikembalikan berasal dari Papua, tepatnya warisan budaya masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan suku Danau Sentani. Benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi Indonesia.
Baca juga:
Umat Muslim Mengunjungi Pameran Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW
Fadli menjelaskan, sebelum dikembalikan, FBI melakukan provenance research atau penelitian asal-usul artefak. Setelah terbukti berasal dari Papua, benda-benda itu dibawa langsung Kash Patel dan diserahkan kepada Presiden Prabowo.
Artefak Bakal Dipajang di Museum Nasional
Menurut Fadli, FBI sebelumnya juga tercatat beberapa kali membantu Indonesia mengembalikan artefak penting, termasuk arca perunggu dan benda budaya dari sejumlah situs bersejarah.
Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait repatriasi dan restitusi benda-benda budaya ini ke depannya semakin kuat,
Menteri kebudayaan Fadli Zon
Menbud menegaskan pengembalian artefak budaya merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan kedaulatan budaya nasional sekaligus memperkaya pengetahuan masyarakat terhadap warisan sejarah bangsa. Artefak-artefak itu nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dinikmati publik. (Knu)

