Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan pers usai kegiatan TNI Run 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahman

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan respons tegas dan menohok terkait aksi protes yang dilayangkan pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengenai penggunaan alutsista udara dalam operasi keamanan di Papua.

Orang nomor satu di TNI tersebut menegaskan keberadaan kelompok bersenjata yang mengancam kedaulatan negara wajib ditindak secara terukur tanpa kompromi.

Baca juga:

Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1

Sikap tanpa ragu ini disampaikan menanggapi keluhan pimpinan OPM Kodap III Ndugama-Derakma, Egianus Kogoya, yang keberatan atas operasi pesawat tempur Super Tucano di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

OPM ini kan separatis harus ditumpas, tidak boleh ada separatis di negara kita,

kata Pangliman TNI Agus Subiyanto

Pendekatan Humanis Di Tengah Konflik

Namun, Agus menekankan penanganan konflik di tanah Papua terus dilakukan lewat kombinasi operasi keamanan yang presisi serta pendekatan teritorial demi menjaga keselamatan publik.

Panglima TNI menjelaskan penuntasan masalah stabilitas di Papua tidak bisa hanya dibebankan kepada matra militer semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas lembaga.

Jadi memang saya sudah bilang dari awal dulu ya, bahwa penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI, kalau konotasinya hanya TNI, nanti kekerasan,

Pangliman TNI Agus Subiyanto

Baca juga:

4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah

Operasi Militer dan Pembangunan di Papua

Agus memastikan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata dipastikan tetap berjalan selaras dengan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan rawan konflik.

Guna mengimbangi langkah penegakan hukum, TNI juga masif menerjunkan prajurit untuk menjalankan program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga lokal.

Misalnya, TNI ikut membantut pembangunan gereja, penyediaan sumur bor untuk air bersih, perbaikan sekolah, pelayanan kesehatan, hingga penugasan prajurit untuk mengajar di daerah terpencil.

"Jadi kita ke sana membantu percepatan pembangunan atau kesejahteraan masyarakat yang ada di sana, mempercepat pembangunan," tandas jenderal bintang empat itu. (*)

#Papua #OPM #Jenderal Agus Subiyanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bos OMP Komplai Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OMP Komplai Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
Temuan Ladang Ganja di Yahukimo, Diduga Jadi Sumber Dana Operasional OPM
Satgas menemukan sekitar 21.400 tanaman ganja yang disebut dalam kondisi siap panen.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Temuan Ladang Ganja di Yahukimo, Diduga Jadi Sumber Dana Operasional OPM
Indonesia
Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus
Keamanan bagi pekerja di sektor-sektor strategis perlu menjadi perhatian pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus
Bagikan