Driver Gojek Diciduk Polisi karena Sebar Hoaks Marak Pembegalan di Jakut

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 13 April 2020
Driver Gojek Diciduk Polisi karena Sebar Hoaks Marak Pembegalan di Jakut

Ilustrasi hoaks. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang pengemudi ojek online (ojol) warga Pademangan, Jakarta Utara berinisial JU diciduk penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Jakut karena telah mengunggah video seolah-olah telah terjadi peristiwa pembegalan di depan Artha Gading, Jakut.

Menanggapi kabar tersebut, Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menerangkan, video itu sempat viral di media sosial (medsos).

Baca Juga

Kemenhub Izinkan Ojol Bawa Penumpang

“Beberapa hari ini viral di medsos telah terjadi pembegalan di depan Artha Gading arah Cempaka Mas,” kata Budhi kepada wartawan di Mapolres Jakut, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Minggu (12/4).

Menurut Budhi, atas kejadian itu, penyidik mendatangi lokasi sambil melakukan olah TKP, dan tim cyber. Polisi lalu melakukan pemeriksaan terhadap M Rizky yang bekerja sebagai pegawai PT PELNI yang di video itu menjadi korban pembegalan.

“Korban diketahui bernama M Rizky yang bekerja di PT PELNI. Keterangan korban bukan dibegal tetapi menjadi korban kecelakan lalu lintas di depan Artha Gading,” ujarnya.

Ojol
Ojek Online

Budhi menuturkan, polisi lalu meringkus pelaku ketika sedang mencari penumpang. Dalam video itu pelaku menuliskan narasi kalau begal marak terjadi di Jakut.

“Pelaku memang maksudnya baik, ingin mengingatkan. Namun cara yang dilakukan tidak baik, tanpa crooss chek kebenarannya,” pungkas mantan Kasatreskrim Polres Kota Metro Tangerang ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, pelaku JU nekat mengupload video tanpa mengetahui kronologis yang sebenarnya.

“Ada korban kecelakaan jatuh dari motor dan luka-luka malah dia bilang korban jambret. Kan ini namanya bohong alias hoaks,” ujar Yusri.

Baca Juga

Anies Diminta Manfaatkan Ojol Distribusikan Bantuan ke Warga DKI Terdampak PSBB

Saat penangkapan pelaku JU di parkiran Mobil Apartemen Gading Nias, Polisi turut mengamankan barang bukti.

“BB nya 1 unit Hp dan video yang telah diupload dan viral di Medsos,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya pelaku J dijerat Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU No.19 th 2016 atas perubahan UU No.11 th 2008 ttg Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 dan 15 UU No.1 th 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (Knu)

#Penyebar Hoaks #Ojek Online
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Perpres Ojek Online Ditargetkan Rampung Awal September, Atur Tarif Ojol
Sejumlah pengemudi Ojek online (Ojol) melintasi Jalan Jenderal Gatot Subroto di Kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
Perpres Ojek Online Ditargetkan Rampung Awal September, Atur Tarif Ojol
Indonesia
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Regulasi layanan pengantaran barang dan makanan jangan sampai justru menambah beban para mitra ojol.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Indonesia
Perpres Ojol Masukan Juga Aturan Pengiriman Makanan dan Barang
Pembahasan Perpres tentang ojek daring di tingkat kementerian telah selesai dan tinggal menunggu proses penandatanganan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Perpres Ojol Masukan Juga Aturan Pengiriman Makanan dan Barang
City Property
Ojol Masuk Kategori UMKM, Potongan Aplikator 8 Persen Jangan Kuat di Atas Kertas
Ketentuan pembagian pendapatan antara aplikator dan driver. Ia meminta ketentuan potongan sebesar 8 persen untuk aplikator dan 92 persen untuk driver benar-benar diterapkan di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Ojol Masuk Kategori UMKM, Potongan Aplikator 8 Persen Jangan Kuat di Atas Kertas
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Indonesia
Pengamat Minta Polisi Usut Aktor di Balik Sindikat Buzzer
Penanganan perkara tidak boleh berhenti pada para pelaku yang diduga menjalankan aktivitas di lapangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pengamat Minta Polisi Usut Aktor di Balik Sindikat Buzzer
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Disebutkan, larangan mendirikan kios itu berlaku dalam radius 2 kilometer dan jika ketahuan akan diancam denda.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Bagikan