DPR Peringatkan Indonesia Jangan Sampai jadi Korban Embargo Vaksin COVID-19

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 28 Maret 2021
DPR Peringatkan Indonesia Jangan Sampai jadi Korban Embargo Vaksin COVID-19

Ilustrasi - Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac di Klinik Universitas Brawijaya, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin tengah khawatir. Pasalnya, sejumlah negara akan mengembargo vaksin COVID-19 buatannya untuk dikirim ke beberapa negara.

Sehingga, akan terjadi keterlambatan kedatangan vaksin selama beberapa bulan ke depan.

Baca Juga

Baru 0,45 Lansia Yang Disuntik Vaksin COVID-19 Lengkap

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad meminta kepada pemerintah untuk segera mempercepat pengembangan dan produksi vaksin dalam negeri. Sebab, vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dalam upaya melawan pandemi COVID-19.

Selain menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, ini bisa menjadi solusi apabila embargo vaksin dilakukan oleh sejumlah negara.

“Jangan sampai kita menjadi korban embargo vaksin dan masyarakat menjadi korban,” ujar Dasco dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (28/3)

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Antara)
Vaksinasi COVID-19. (Foto: Antara)

Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini berharap proses Vaksin Merah Putih bisa segera dipercepat dan Vaksin Nusantara dengan menyiapkan uji klinis tahap dua di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jadi, Indonesia dapat terhindar dari ancaman kelangkaan vaksin.

“Mohon segera juga berkordinasi dengan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan untuk uji klinis tahap dua,” jelas Anggota Komisi III DPR ini.

Dia berharap, proses vaksin Merah Putih dipercepat dan vaksin Nusantara segera menyiapkan uji klinis tahap dua agar Indonesia dapat terhindar dari ancaman kelangkaan vaksin COVID-19.

"Vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang cukup mendesak," pungkasnya.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan adanya lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara mengakibatkan mulai terjadinya embargo vaksin Corona. Artinya, kedatangan vaksin COVID-19 kemungkinan akan terganggu.

Perihal embargo vaksin COVID-19 pun sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Rapat Terbatas Mengenai Pandemi COVID-19 hari ini, 26 Maret 2021.

"Kemungkinan itu bisa mengganggu kedatangan vaksin atau ketersediaan vaksin COVID-19 beberapa bulan ke depan, terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo vaksin," tuturnya. (Knu)

Baca Juga

Kecepatan Vaksinasi Dekati 500 Ribu Penyuntikan Per Hari

#COVID-19 #Vaksin Covid-19 #Vaksinasi #Menteri Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Prabowo meminta layanan BPJS ditingkatkan, termasuk memangkas antrean dan memastikan rumah sakit tidak membedakan pasien BPJS dengan pasien umum.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Menkes Budi Gunadi Sadikin maju sebagai kandidat Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan siap mundur dari Kabinet jika terpilih
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
Menkes Soroti Kasus Bullying terhadap Dokter, Pelaku Banyak Berasal dari Lingkungan Sendiri
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap perundungan menjadi keluhan terbesar yang dialami dokter di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Menkes Soroti Kasus Bullying terhadap Dokter, Pelaku Banyak Berasal dari Lingkungan Sendiri
Indonesia
Tekanan Darah dan Kolesterol Meningkat Usai Idul Adha, Menkes: Bukan Salah Si Kambing
Menkes menyebut, kebiasaan menambahkan santan berlebihan, garam, gula, hingga jeroan saat memasak faktor utama meningkatnya tekanan darah dan kadar kolesterol usai Idul Adha.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Tekanan Darah dan Kolesterol Meningkat Usai Idul Adha, Menkes: Bukan Salah Si Kambing
Indonesia
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap temuan orang kaya terima BPJS gratis. Pemerintah akan alihkan bantuan ke masyarakat yang lebih membutuhkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Langkah promotif-preventif ini diambil menyusul temuan kasus tragis empat anak usia 11-14 tahun yang meninggal dunia akibat bunuh diri di berbagai wilayah Indonesia sepanjang awal tahun 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Maret 2026
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Bagikan