MerahPutih.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin tengah khawatir. Pasalnya, sejumlah negara akan mengembargo vaksin COVID-19 buatannya untuk dikirim ke beberapa negara.
Sehingga, akan terjadi keterlambatan kedatangan vaksin selama beberapa bulan ke depan.
Baca Juga
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad meminta kepada pemerintah untuk segera mempercepat pengembangan dan produksi vaksin dalam negeri. Sebab, vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dalam upaya melawan pandemi COVID-19.
Selain menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, ini bisa menjadi solusi apabila embargo vaksin dilakukan oleh sejumlah negara.
“Jangan sampai kita menjadi korban embargo vaksin dan masyarakat menjadi korban,” ujar Dasco dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (28/3)
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini berharap proses Vaksin Merah Putih bisa segera dipercepat dan Vaksin Nusantara dengan menyiapkan uji klinis tahap dua di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Jadi, Indonesia dapat terhindar dari ancaman kelangkaan vaksin.
“Mohon segera juga berkordinasi dengan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan untuk uji klinis tahap dua,” jelas Anggota Komisi III DPR ini.
Dia berharap, proses vaksin Merah Putih dipercepat dan vaksin Nusantara segera menyiapkan uji klinis tahap dua agar Indonesia dapat terhindar dari ancaman kelangkaan vaksin COVID-19.
"Vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang cukup mendesak," pungkasnya.
Budi Gunadi Sadikin mengatakan adanya lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara mengakibatkan mulai terjadinya embargo vaksin Corona. Artinya, kedatangan vaksin COVID-19 kemungkinan akan terganggu.
Perihal embargo vaksin COVID-19 pun sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Rapat Terbatas Mengenai Pandemi COVID-19 hari ini, 26 Maret 2021.
"Kemungkinan itu bisa mengganggu kedatangan vaksin atau ketersediaan vaksin COVID-19 beberapa bulan ke depan, terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo vaksin," tuturnya. (Knu)
Baca Juga