MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR Obon Tabroni menyebut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak efektif jika masih ada perusahaan khususnya pabrik yang beroperasi ditengah pandemi COVID-19.
Sebab, saat perusahaan tidak diliburkan, otomatis buruh akan keluar rumah untuk bekerja. Obon menyebut, saat ini banyak buruh yang terpapar virus corona, bahkan sudah jatuhnya korban meninggal dunia dari kalangan buruh.
Baca Juga
MPR: Pelonggaran Defisit Anggaran Cadangan Terakhir kalau Semakin Berat
Padahal, di beberapa negara yang juga mempunyai pabrik otomotif misalnya Filipina, Malaysia, dan Thailand, telah meliburkan pekerjanya.
"Kalau produksi otomotif yang barang jadi masih beroperasi, maka vendor-vendor yang memproduksi sparepart juga tetap berjalan. Sebab kalau vendor berhenti, dia akan kena penalti," lanjut Obon dalam keteranganya kepada wartawan, Selasa (14/4).
Obon mengalkulasi saat ini sudah banyak buruh yang terdampak corona. Meski tak menyebut angka, ia meyakini sudah ada buruh yang meninggal gara-gara corona.
"Supaya physical distancing efektif, maka pemerintah harus bersikap tegas dengan meliburkan pabrik-pabrik, seperti halnya meliburkan sekolahan," kata politikus Gerindra ini.
Obon menyayangkan pabrik yang masih aktif di tengah PSBB khususnya pabrik yang produksi barang jadi seperti pabrik otomotif. Ia menekankan buruh patut diliburkan agar PSBB berjalan optimal. Ia berharap perusahaan tetap membayar gaji buruh.
"Karena bukan keinginan buruh untuk libur, maka upah buruh selama diliburkan harus dibayarkan penuh," pungkas Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut.
Baca Juga
Perlu diketahui, bahwa saat ini DKI Jakarta sudah lebih dahulu menerapkan PSBB untuk memutus rantai penyebaran Coronavirus.
Sementara untuk kawasan Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil akan memberlakukan PSBB untuk kawasan Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kota Depok per tanggal 15 April 2020 mendatang. (Knu)

