DPR Desak Kebijakan Impor Selektif dan Peningkatan Pajak di Tengah Gejolak Global

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 20 April 2025
DPR Desak Kebijakan Impor Selektif dan Peningkatan Pajak di Tengah Gejolak Global

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid (DPR RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, menekankan perlunya kebijakan ekonomi yang terukur dan berorientasi pada kepentingan nasional di tengah gejolak ekonomi global. Ia mengingatkan pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil harus mengutamakan stabilitas ekonomi domestik.

"Kebijakan pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global harus benar-benar mempertimbangkan kepentingan nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri," ujar Kholid dalam keterangan tertulis, Minggu (20/4).

Fokus utama yang perlu ditekankan adalah terkait kebijakan impor, yang harus selektif agar tidak merugikan industri dalam negeri. "Impor harus selektif, terutama pada sektor yang mendukung kinerja ekspor nasional," jelasnya.

Baca juga:

Impor Dari Amerika Bakal Meningkat, Mendag Yakinkan Tidak Bakal Ganggu Swasembada Pangan

Selain itu, Kholid juga menekankan pentingnya peningkatan penerimaan pajak untuk mendukung pembangunan. "Peningkatan pendapatan pajak sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan yang lebih luas," tambahnya.

Pernyataan ini menegaskan komitmen Kholid untuk mendorong kebijakan ekonomi yang responsif terhadap dinamika global dan berpihak pada penguatan ekonomi nasional.

Pemerintah Indonesia menawarkan peningkatan impor dari Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump pada produk Indonesia. Impor LPG, minyak mentah, dan bahan bakar minyak akan ditingkatkan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan AS.

"Impor tambahan dari AS untuk menyeimbangkan neraca perdagangan," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Perempuan Amerika Serikat Bugil, Protes Rencana Pemerintah Setop Impor Baju dari China

Bahlil mencatat bahwa surplus perdagangan Indonesia dengan AS, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 14,5 miliar dollar AS, sementara menurut AS mencapai 18,5 miliar dollar AS. Akibatnya, produk Indonesia yang diekspor ke AS dikenai tarif 32 persen.

"Strategi penyeimbangan adalah dengan membeli LPG, minyak mentah, dan BBM dari AS," jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, peningkatan impor dari AS tidak akan menambah kuota impor keseluruhan, tetapi hanya mengalihkan impor dari negara lain. "Ini hanya pengalihan impor dari negara lain ke AS, tidak menambah kuota impor atau membebani APBN," ujarnya.

Namun, jika tarif Trump tidak dapat dinegosiasikan, peningkatan impor komoditas AS tidak perlu dilakukan.

#DPR RI #Impor #Kuota Impor #Ekspor-Impor
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Tidak hanya menyetujui pagu anggaran, Banggar DPR juga menyetujui usul tambahan anggaran dari setiap kementerian koordinator.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Indonesia
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Komitmen bersama tersebut mewujud nyata melalui kesepakatan asumsi dasar ekonomi makro beserta pagu anggaran tujuh kementerian koordinator
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Indonesia
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Komisi XII DPR menyoroti pemadaman listrik di Jawa. PLN seharusnya tidak kekurangan batu bara.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Indonesia
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Yahya menyatakan aset bernilai ekonomis hasil pembiayaan uang rakyat harus mendatangkan manfaat optimal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Indonesia
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Gus Rivqy menilai setiap pemadaman listrik dapat dipastikan menimbulkan kerugian yang bersifat sistemik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Indonesia
KPK Tegas, akan Tarik kembali Hibah yang tak Dirawat
Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan setiap aset yang berhasil kembali dari para koruptor bermanfaat optimal bagi negara dan pelayanan publik.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Tegas, akan Tarik kembali Hibah yang tak Dirawat
Indonesia
DPR Minta Mobil Rantis Dipasangi CCTV, Cegah Objek di Sekitar Jadi Korban
Apabila benar kendaraan tersebut belum dilengkapi sensor pendeteksi objek di sekitar kendaraan, Polri perlu segera melakukan pembenahan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
DPR Minta Mobil Rantis Dipasangi CCTV, Cegah Objek di Sekitar Jadi Korban
Indonesia
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
BBM B50 segera meluncur 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
B50 Segera Meluncur 1 Juli 2026, Indonesia Berpeluang Hemat Devisa Rp 157 Triliun
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp 516,4 Miliar, Fokus Berantas Judol hingga Pencucian Uang
Kebutuhan anggaran PPATK pada 2027 mencapai Rp 769,8 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp 516,4 Miliar, Fokus Berantas Judol hingga Pencucian Uang
Bagikan