MerahPutih.com - Pembelian 20 ribu motor listrik menuai sorotan publik. Padahal, pemerintah tengah melakukan efisiensi bahkan makanan yang diberikan pada dengan biaya operasional BGN dan SPPG dinilai tidak sebanding.
Selain itu, warganet membandingkan masih banyak guru berjalan kaki ke sekolah karena minimnya gaji dan akses transportasi.
Komisi IX DPR RI bakal memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (13/4) membahas soal pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengaku terkejut dengan munculnya video di media sosial terkait kedatangan puluhan ribu motor listrik itu.
Baca juga:
Akui Terjadi Miskomunikasi, Menkeu Jamin Tak Ada Lagi Pembelian Motor Listrik MBG Tahun Ini
Menurut dia, pengadaan ini tidak tepat, mengingat pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.
“Program ini tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia sehingga penggunaan anggaran harus fokus untuk tujuan utama itu,” katanya menekankan.
Menurut Charles, tidak ada konsultasi kepada DPR sebelum pengadaan motor listrik dilakukan. Oleh karena itu, BGN dinilai perlu memberikan penjelasan kepada publik, termasuk legislator, ihwal pengadaan dimaksud.
“Kami mau menanyakan nanti tujuannya apa, urgensinya apa, dan dasar pengadaan itu seperti apa?” tuturnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan informasi yang menyebut pengadaan motor listrik berjumlah 70 ribu unit tidak benar. Ia mengatakan realisasi pengadaan berjumlah 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit.
Penganggaran motor listrik untuk SPPG masuk dalam rekening penampungan akhir tahun anggaran (RPATA) yang telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025.
Pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025, bukan program baru yang muncul secara tiba-tiba.
“Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas kepala SPPG,” tuturnya. (*)