Diterpa Berbagai Polemik, Anies Enggan Responsif Demi Jaga Citra Pilpres 2024

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 13 November 2019
Diterpa Berbagai Polemik, Anies Enggan Responsif Demi Jaga Citra Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Berbagai meme yang dialamatkan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan belakangan membuat dia kewalahan untuk melakukan klarifikasi. Apalagi meme tersebut berkaitan dengan polemik anggaran Pemprov DKI Jakarta. Yang terbaru adalah cover majalah Tempo yang menampilkan wajah Anies dengan lem Aica Aibon.

Kritikan yang beredar membuat pendukung Anies gerah dan tidak tinggal diam dengan melaporkan beberapa akun media sosial seperti Ade Armando yang dilaporkan oleh Fahira Idris.

Baca Juga:

DPRD DKI Desak SKPD Perbaiki Perencanaan Anggaran 2020

"Walaupun Anies tidak melaporkan secara langsung, tapi saya kira pelapor tersebut sudah berkordinasi dengan Anies. Dengan demikian tidak sibuk untuk menanggapi meme terhadap dirinya, tapi tim pendukungnyalah yang menghadapinya," jelas pengamat politik Wempy Hadir kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (13/11).

Ia menduga, Anies sengaja tak ingin melaporkan publik karena ingin menjaga citra dirinya sendiri.

"Ini bisa sebagai strategi agar tidak menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Kegaduhan tersebut tentu akan merugikan Anies sendiri dan bisa menciptakan citra yang negatif," jelas Direktur Indo Polling Network ini.

Anies bantah pembangunan trotoar jadi penyebab kemacetan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

Pertimbangan Anies tentu pertimbangan yang sangat strategis. Misalnya dia ingin bahwa jalannya pemerintahan di DKI Jakarta tanpa harus ada keributan di ruang publik ditengah amburadulnya nomenklatur anggaran.

"Selain itu, saya kira Anies ingin menjaga citra positif menjelang pemilihan presiden 2024. Ujian bagi Anis masih panjang," ungkap Wempy.

Wempy berujar, jika Anies mau dikenang, maka pengelolaan anggaran DKI Jakarta mesti transparan seperti yang dilakukan oleh pendahulunya.

Baca Juga:

Demokrasi Didominasi Kekuatan Kapital, PDIP: Kritik Tito Relevan

"Kalau Anies tidak terbuka kepada publik, saya kira tingkat kepercayaan publik terhadapnya bisa menurun. Karena bisa saja dia dianggap tidak terbuka dengan masyarakat. Kalau tidak terbuka, maka ada dugaan anggaran yang tidak rasional bisa muncul secara diam-diam," jelas Wempy.

"Bukan malah set back dengan ketertutupan anggaran yang tidak bisa diakses oleh publik," tutup Wempy. (Knu)

#Anies Baswedan #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Bagikan