MerahPutih.com - Pengusaha rokok asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Usai diperiksa, Haji Her mengaku hanya ditanya soal pengenalannya dengan para tersangka dalam kasus tersebut. Ia menegaskan tidak mengenal pihak-pihak yang dimaksud.
“Kita ditanya kenal tidak dengan orang-orang itu, ya saya jawab tidak kenal. Seputar itu saja,” ujar Haji Her kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/4).
Selain itu, penyidik juga menanyakan sejumlah hal umum terkait aktivitas dan keberadaannya selama berada di Jakarta. Namun, ia mengaku tidak mengetahui sejumlah isu lain yang turut dikonfirmasi, termasuk terkait dugaan praktik penjualan pita cukai.
“Saya tidak tahu soal-soal itu,” katanya.
Baca juga:
KPK Panggil Ulang Pengusaha Rokok yang Mangkir, Kasus Suap Bea Cukai Didalami
Pengusaha Rokok Madura Haji Her Penuhi Panggilan KPK, Terkait Kasus Korupsi DJBC
Haji Her menegaskan seluruh pertanyaan penyidik dijawab secara terbuka. Ia juga memastikan tidak mangkir dari panggilan sebelumnya, melainkan baru menerima surat undangan saat berada di luar kota.
“Surat panggilan itu tanggal 1, tapi sampai ke kantor sore hari. Saya masih di luar kota, jadi baru terima tanggal 4. Jadi bukan mangkir, saya malah datang atas inisiatif sendiri,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026.
Salah satu tersangka adalah Rizal yang menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–2026.
Selain itu, lima tersangka lainnya yakni Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC; Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen DJBC; John Field, pemilik PT Blueray; Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray; serta Dedy Kurniawan, Manager Operasional PT Blueray. (Pon)