Dicecar Komisi III Soal Harun Masiku, Yasonna Laoly Bawa-Bawa Agama

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 26 Februari 2020
 Dicecar Komisi III Soal Harun Masiku, Yasonna Laoly Bawa-Bawa Agama

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly. (FOTO ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly dicecar anggota Komisi III DPR soal buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masiku yang sempat melintas di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Yasonna mengklaim tidak tahu lantaran Sistem Informasi Menejemen Keimigrasian (SIMKIM) mengalami gangguan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 8 Januari 2020.

Baca Juga:

Rapat Kerja dengan Menteri Yasonna, Politisi Demokrat Tanyakan Pemecatan Ronny Sompie

Bahkan, politikus PDIP ini sempat mengucapkan sumpah di hadapan anggota dan pimpinan Komisi III DPR untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak mengenal sama sekali Harun Masiku.

Mulanya, anggota Komisi III Fraksi PAN Sarifuddin Sudding merasa heran dengan pernyataan Yasonna yang berkukuh bahwa sejak 6 hingga 16 Januari 2020, Harun Masiku masih berada di luar negeri. Sedangkan pemberitaan sejumlah media Harun Masiku per 7 Januari 2020 melintas di Bandara Soekarno-Hatta pada 19 Januari 2020.

Lebih heran lagi, Yasonna Laoly baru sadar ada kesalahan setelah media Tempo memberitakan Harun Masiku. Sebab mengklaim hanya mengikuti informasi dari Keimigrasian lewat SIMKIM.

"Ini ada kejelasan yang tidak masuk di akal. Saudara hanya menggunakan satu sumber informasi kalau dikatakan SIMKIM belum masuk segala macam dan hanya lihat dari satu sisi. Saudara kenal Harun Masiku?," tanya Safruddin Sudding kepada Yasonna saat Rapat Komisi III dengan Kemenkumham, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2).

Anggota Komisi III DPR Benny Harman minta Menteri Yasonna tak bohong soal Harun Masiku
Anggota Komisi III DPR Benny K Harman (Foto: antaranews)

Mendengar pertanyaan Safruddin Sudding, Yasonna sontak bersumpah bahwa dirinya tidak mengenal Harun Masiku.

"Sama sekali tidak kenal, lihat fisiknya tidak pernah hanya foto. Ini saya orang Kristen pak," ujar Yasonna Laoly seraya bersumpah mengangkat dua jarinya ke atas.

Melihat Yasonna bersumpah, anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny K Harman pun angkat bicara. Dia bahkan menantang Yasonna untuk kembali bersumpah bahwa dirinya tidak mengetahui Harun Masiku sebagai Caleg PDIP.

"Bapak tidak tahu Harun Masiku? Tahu bahwa dia dari calon partai yang sama dengan Pak Menteri? Berani kembali bersumpah? Coba sumpah lagi Pak Menteri?," ujar Benny Harman menantang Yasonna Laoly.

Baca Juga:

Pemerintah Beberkan Hampir 300 Kombatan ISIS Berpaspor Indonesia

Kemudian Yasonna Laoly menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui Harun Masiku sebagai Caleg PDIP.

"Tidak, kita tidak pernah rapatkan itu. Tidak tahu saya, tidak pernah, karena itu urusan admisnistrasi di tingkat kesekjenan," kata Yasonna Laoly.

"Tadi bukan ngomong soal itu. Jangan bohong lah, jangan bohong Pak Menteri. Kenapa menyangkal Harun? Jangan lah bohong di siang hari bolong," timpal Benny Harman.(Pon)

Baca Juga:

Ini Alasan Ketua KPK Ogah Beberkan 36 Kasus Korupsi yang Dihentikan

#Yasonna Laoly #Komisi III DPR #Benny K Harman #Politisi PDIP
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Di Hadapan Komisi III DPR, BNN Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Whip Pink bagi Generasi Muda
Kepala BNN mengungkap risiko serius penyalahgunaan whip pink atau gas N2O yang marak di kalangan generasi muda saat rapat dengan Komisi III DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
Di Hadapan Komisi III DPR, BNN Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Whip Pink bagi Generasi Muda
Indonesia
DPR Dorong PPATK Perkuat Deteksi Kejahatan Keuangan dan Kebocoran Negara
Komisi III DPR RI mendukung penguatan peran PPATK untuk menjaga integritas sistem keuangan dan meningkatkan deteksi transaksi keuangan mencurigakan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
DPR Dorong PPATK Perkuat Deteksi Kejahatan Keuangan dan Kebocoran Negara
Indonesia
Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, DPR Minta Polisi Usut Tuntas
Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan banser. DPR pun meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, DPR Minta Polisi Usut Tuntas
Indonesia
RDP dengan Komisi III DPR, PPATK Ungkap Terima 43 Juta Laporan dan Analisis Dana Rp 2.085 T
PPATK memaparkan kinerja 2025 di DPR. Sebanyak 43 juta laporan transaksi diterima dengan nilai analisis mencapai Rp 2.085 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
RDP dengan Komisi III DPR, PPATK Ungkap Terima 43 Juta Laporan dan Analisis Dana Rp 2.085 T
Indonesia
Habiburokhman Tegaskan Kapolri Listyo Sigit 100 Persen Loyal pada Prabowo, Sebut Jadi Saksinya
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menegaskan, bahwa Kapolri Listyo Sigit 100 persen loyal kepada Prabowo.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Habiburokhman Tegaskan Kapolri Listyo Sigit 100 Persen Loyal pada Prabowo, Sebut Jadi Saksinya
Indonesia
Rapat Komisi III DPR Panas, Kapolres Sleman Dicecar soal Penanganan Kasus Hogi Minaya
Rapat Komisi III DPR berlangsung panas. Kapolres Sleman dicecar soal pertanyaan KUHP dalam kasus Hogi Mihaya.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Rapat Komisi III DPR Panas, Kapolres Sleman Dicecar soal Penanganan Kasus Hogi Minaya
Indonesia
Komisi III DPR Minta Kejari Sleman Hentikan Perkara Hogi Minaya demi Kepentingan Hukum
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, meminta agar perkara Hogi Mihaya dihentikan demi kepentingan hukum.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Komisi III DPR Minta Kejari Sleman Hentikan Perkara Hogi Minaya demi Kepentingan Hukum
Berita Foto
Raker KPK dengan Komisi III DPR Bahas Harmonisasi UU KPK dengan KUHP & KUHAP
Ketua KPK Setyo Budiyanto (tengah) mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Januari 2026
Raker KPK dengan Komisi III DPR Bahas Harmonisasi UU KPK dengan KUHP & KUHAP
Indonesia
Kejagung Jemput Paksa 3 Kajari, Komisi III DPR: Harus Tegas dan Transparan
Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas mengapresiasi langkah tegas Kejagung menjemput paksa tiga Kajari demi penegakan hukum internal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
Kejagung Jemput Paksa 3 Kajari, Komisi III DPR: Harus Tegas dan Transparan
Indonesia
Sepanjang 2025, KPK Tangani 48 Perkara Suap dan Lakukan 11 OTT
Ketua KPK mengungkap lembaganya melakukan 11 OTT dan menangani 48 perkara penyuapan atau gratifikasi sepanjang tahun 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
Sepanjang 2025, KPK Tangani 48 Perkara Suap dan Lakukan 11 OTT
Bagikan