Delapan Jam Digarap BPK, Ahok Ngaku Kenyang

Eddy FloEddy Flo - Senin, 23 November 2015
Delapan Jam Digarap BPK, Ahok Ngaku Kenyang

Gubernur Ahok mendatangi kantor BPK, Senin (23/11), Ahok diperiksa kurang lebih selama 8 jam (Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Setelah nyaris sembilan jam berada di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), akhirnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melenggang dengan gagahnya menuju wartawan. Beliau mengatakan dirinya kenyang seusai pemeriksaan.

"Saya kenyang sama BPK. Saya dikasih minum banyak, dikasih kue, buah, dan nasi. Pokoknya, ini (pemeriksaan) jauh lebih enak," ucap Ahok di depan beberapa awak media di Kantor BPK, Senin, (23/11).

Selain diberikan makanan, Gubernur DKI Jakarta yang biasa disapa Ahok juga mengatakan dirinya diberikan banyak pertanyaan terkait permasalah administrasi DKI Jakarta.

"Ada delapan halaman daftar pertanyaan dan banyak macam," kata Ahok.

Setelah dimintai penjelasan atas pertanyaan tersebut, Ahok malah tersenyum menatap wartawan.

"Hasil pemeriksaan ini adalah rahasia, sebelum akhirnya dibuka untuk penyidikan," ujarnya yang masih memberikan senyum kepada wartawan.

"Ini akan menjadi bukti. Gak akan dikeluarkan kecuali untuk kepentingan penyelidikan," tutup Ahok.(ard)

Baca Juga:

  1. Ahok Marah Petugas Humasnya Dilarang Rekam oleh Satpam BPK
  2. Haji Lulung Tak Ingin Ahok Terpilih Lagi
  3. Setahun Ahok Gubernur, Ini Komentar Haji Lulung
  4. Triwisaksana: Setahun Ahok Gubernur Nilainya Lima
  5. Ahok Sebut DPRD DKI Sarang Koruptor, M Taufik: Justru Sebaliknya
#Liputan Khusus #Ahok Diperiksa BPK #Kasus RS Sumber Waras #BPK #Audit BPK #Gubernur Ahok
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Polisi Selidiki Penyebab Anggota BPK Bisa Tewas saat Kebakaran sementara Orang Lainnya Selamat
Haerul Saleh disebut berada di lantai empat rumah saat kebakaran terjadi.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Polisi Selidiki Penyebab Anggota BPK Bisa Tewas saat Kebakaran sementara Orang Lainnya Selamat
Indonesia
Anggota BPK Haerul Saleh, yang Meninggal dalam Kebakaran Rumahnya, akan Dimakamkan di Kolaka Sultra
BPK meminta masyarakat dapat memberikan privasi bagi keluarga besar almarhum pada masa berkabung ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Anggota BPK Haerul Saleh, yang Meninggal dalam Kebakaran Rumahnya, akan Dimakamkan di Kolaka Sultra
Indonesia
3 Orang ART Selamat Saat Rumah Anggota BPK Terbakar
Korban sudah diatasi oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
3 Orang ART Selamat Saat Rumah Anggota BPK Terbakar
Indonesia
Mentan Kenang Anggota BPK Haerul Saleh yang Tewas Akibat Kebakaran di Rumahnya, Sosok Sederhana dan Berintegritas
Haerul dikenal sebagai sosok yang menjunjung profesionalisme dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Mentan Kenang Anggota BPK Haerul Saleh yang Tewas Akibat Kebakaran di Rumahnya, Sosok Sederhana dan Berintegritas
Berita Foto
BPK Serahkan Laporan IHPS Semester II 2025 dalam Rapat Paripurna DPR
Ketua DPR Puan Maharani menerima laporan IHPS dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 21 April 2026
BPK Serahkan Laporan IHPS Semester II 2025 dalam Rapat Paripurna DPR
Indonesia
Kewenangan Audit Investigatif BPKP Disorot DPR RI, Siapa Paling Berwenang Hitung Kerugian Negara?
Ketiadaan regulasi komprehensif dalam Peraturan Presiden terkait peran BPKP memicu potensi bias kewenangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Kewenangan Audit Investigatif BPKP Disorot DPR RI, Siapa Paling Berwenang Hitung Kerugian Negara?
Indonesia
Rawan Penyimpangan Dana Hibah Keraton 2018-2025, Tedjowulan Kirim Surat Audit BPK
Permohonan audit keuangan terkait dana hibah era kepemimpinan Paku Buwono XIII periode 2018-2025.
Frengky Aruan - Senin, 23 Februari 2026
Rawan Penyimpangan Dana Hibah Keraton 2018-2025, Tedjowulan Kirim Surat Audit BPK
Indonesia
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
KPK menggandeng KPK untuk menelusuri kasus korupsi kuota haji tambahan. Pemeriksaan ini melibatkan biro haji dan umrah.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
Indonesia
MAKI Ajukan Praperadilan, Gugat KPK soal SP3 Kasus Tambang Nikel Konawe Utara
MAKI mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan. KPK digugat terkait SP3 kasus tambang nikel Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Soffi Amira - Selasa, 06 Januari 2026
MAKI Ajukan Praperadilan, Gugat KPK soal SP3 Kasus Tambang Nikel Konawe Utara
Indonesia
KPK Gandeng BPK Hitung Kerugian Negara di Kasus Pengadaan EDC
KPK memeriksa tiga saksi dan menggandeng BPK untuk hitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan penyewaan mesin EDC senilai Rp 1,2 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
KPK Gandeng BPK Hitung Kerugian Negara di Kasus Pengadaan EDC
Bagikan